Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Ikhtiar Membaca

Akhir akhir ini saya mulai kembali melatih diri saya untuk membaca buku lagi. Atau mungkin lebih tepatnya memaksakan diri saya untuk membaca buku lagi. Dan akhirnya di tahun 2024 ini, meskipun sudah memasuki tengah tahun dan bahkan lewat,  saya sudah berhasil menyelesaikan satu buku bacaan saya. Iya memang baru satu buku, dan rasanya senang, bahagia, puas, dan melegakan. Seperti orang yang baru selesai joging lalu minum air putih, dahaga pun hilang, yang ada hanya kesegaran. Buku apa yang baru saya selesai baca itu? Cerita tentang ini mungkin nanti saja di lain waktu. Alasan saya membaca buku lagi tentu akan banyak kalau saya karang-karang. Tapi mungkin bisa saya uraikan sedikit. 1. Sudah jelas karena saya merasa malu kalau saya memasukkan "membaca buku" sebagai salah satu kegiatan yang saya senangi. Sebab bagaimana mungkin mengatakan suka membaca buku tapi tak kunjung ada buku yang selesai dibaca dalam rentang waktu tertentu. Bikin malu saja kan kalau begitu? 2. Tapi seharus...

Panjang Umur Hal-hal Baik

Beberapa waktu lalu, segenap kawan-kawan baik saya di @komunitasjarimenari baru saja merayakan 3 tahunan perkumpulan dengan nafas literasi ini dibentuk. Namun sayangnya saya tak sempat ikut berpartisipasi dan bersuka-ria bersama mereka dalam kegiatan malam keakraban di kawasan komplek pecandian Muaro Jambi tempo lalu, sebab mesti mengurusi soal kerjaan. Padahal waktu-waktu seperti inilah yang sesungguhnya baik sekali untuk kami bisa membaur bersama dalam keakraban, yang juga berguna dalam mengukuhkan mental kami semua dalam berkegiatan, yang mampu mengalirkan banyak ide dan gagasan cemerlang agar bisa berguna untuk program kerja kami kedepannya. Tapi memang waktu yang berlalu tak akan pernah bisa berulang dan penyesalan pun tiada berguna sebenarnya. Namun walaupun begitu, kedepannya saya berharap semoga tekad dan cita-cita kami dalam berbagi semangat literasi tidak luntur begitu saja meski kadang kala ada pasang surut yang membentang di antara kami. ...

Nulis Itu Dipraktekin

Bila tak salah ingat, buku "Nulis Itu Dipraktekin" ini sudah saya baca 5x. Atau kalaupun itu salah, setidaknya saya sudah membacanya lebih dari 3x. Ah entahlah, yang pasti buku ini cukup menarik dan menyenangkan dibaca walaupun berulang-ulang. Sebab topik-topik bahasan yang dijelaskan di dalam isinya tidak lebih dari 2 halaman. Yang mana semuanya bisa dijelaskan dengan singkat dan padat, dan itu sungguh mengagumkan rasanya. Paling tidak, buku ini cukup membantu saya sebagai r eferensi dan motivasi belajar menulis. Tapi yang lebih penting lagi, saya sadar bahwa belajar nulis memang harus dipraktekin. Karena pada kenyataannya, sebuah tulisan tak akan jadi apa-apa dan tak akan bisa ke mana-mana, jika hanya di angan-angan saja, tanpa ada usaha, tanpa dimulai dari rangkaian kata-kata. Kuncinya ya tak ada yang lebih utama memang selain dipraktekkin.

Selesai Membaca Buku Questioning Everything

Meski benar saya suka membaca buku, entah kenapa saya justru mengalami penurunan minat baca. Sebenarnya saya berpendapat begitu karena mengamati cara dan kebiasaan saya membaca buku dari waktu ke waktu yang sekarang sepertinya jadi lambat dan lama sekali mencerna setiap isi buku yang saya baca. Contohnya buku Questioning Everything karya Tomi Wibisono dan Soni Triantoro ini yang mulai saya baca dari sekitar bulan April lalu dan menjelang pertengahan bulan November ini, barula h bisa saya selesaikan dengan tuntas membacanya. Sejujurnya ini agak sedikit memalukan saya pikir jika dijadikan sebuah pengakuan, karena rasanya terlalu banyak waktu berlalu untuk membaca buku yang sebenarnya ketebalan bukunya sedang-sedang saja. Jika dikatakan berat sejujurnya tidak juga, malah sebaliknya buku ini asik dibaca, ringan, santai, seru, dan menyenangkan pula. Saya curiga, jangan-jangan ini semua karena mata saya yang gampang lelah dengan tulisan yang agak kecil dari biasa...

Selamat Hari Buku Sedunia

Aku tidak benar-benar Ingat, entah sejak kapan aku suka membaca. Baik itu membaca buku atau membaca apapun. Aha, sepertinya dari yang bisa aku gapai dalam kenanganku terdahulu sekali, bahwa aku mulai menyenangi kegiatan baca-membaca sejak bermain dan belajar mengeja saat di Taman Kanak-kanak alias TK dan saat Sekolah Dasar alias SD ketika belajar membaca sekumpulan huruf yang tersusun berpatah-pa tah di buku Bahasa Indonesia berseri edisi duet Budi dan Ani. Saat itu, hampir semua yang kebetulan aku perhatikan di depan mata, jika tertera tulisan di situ, pasti akan aku coba baca. Bahkan kebiasaan ini berlangsung sampai SMP. Ya, setiap kali melihat sesuatu yang terdapat bacaan, biasanya pikiran ini akan mengambil alih konsentrasi untuk segera menuntaskan bacaan tersebut, mulai dari plang/merk toko, koran, majalah, buletin, brosur, buku, booklet resep masakan, kemasan makanan dan minuman, juga kemasan produk apapun, spanduk, mobil brand, billboard, running text di tv,...

Menyelesaikan Buku-buku Bacaan

Menjelang akhir tahun 2015 beberapa tahun yang lalu. Saya sengaja berkunjung ke toko buku di kota tempat tinggal saya, Jambi. Saat itu kebetulan sedang ada bazar buku murah, dan jujur saja, saya adalah salah satu dari sekian banyak pembaca buku di dunia ini yang menanti kabar gembira itu. Siapa juga yang tidak mengharapkannya? Adapun buku-buku yang dijual, semuanya menarik. Layak baca dan layak koleksi. Jikapun ada yang lecek, robek, atau hancur tak berbentuk buku sekalipun, mungkin hanya beberapa saja. Itupun saya rasa, ulah dari pengunjung yang iseng membuka pembungkus plastik buku lalu secara tak berprikemanusiaan memperlakukan buku-buku itu dengan asal dan semena-menanya saja. Hampir semua buku-buku yang tersusun di atas meja yang disediakan, dijual dengan harga yang cukup murah. Kisaran 3.000-25.000 . Ya, dari yang saya ingat, rata-rata harga buku yang dijual di sana memang seperti itu. Dengan harga murah yang keterlaluan seperti itu, dan kebetulan pula uang tabungan ...

Bisa Multitasking?

Apakah orang bisa melakukan kegiatan bersamaan, seperti saat membaca buku sambil mendengarkan musik atau berita atau mendengarkan informasi apapun itu? Atau mungkin untuk lebih mudahnya kita gunakan saja istilah populer saat ini yang begitu membawa kesan yang keren, apa itu?  Jawabannya adalah multitasking. Ya multitasking. Pada awalnya, multitasking memang erat kaitannya dengan cara kerja komputer yang dapat digunakan untuk menjalankan beberapa tugas dalam sesaat. Intinya kita bisa mengerjkan beberapa tugas/kegiatan dengan sekali lewat atau satu waktu. Saya pikir, jika sesuatu yang dikerjakan berupa pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan banyak kefokusan dan konsentrasi otak, mungkin bisa-bisa saja. Dan sangat memungkinkan. Namun jika perkejaan atau sesuatu yang ingin dilakukan tersebut diharuskan untuk fokus, konsentrasi, demi mencerna hal-hal yang melibatkan konsep kerja otak, saya rasa itu cukup sulit jika pun terlaksana saya rasa tentu akan jauh dari sempurna. ...

Menulis, Membaca, Ulangi

Ada hal yang begitu menyita perhatianku ketika menjelang akhir tahun 2017 lalu. Ya saat sebagian orang sibuk mengevaluasi daftar resolusi 2017 dan sekaligus menyusun resolusi baru untuk 2018, jujur saja hal yang pertama kali muncul dalam pikiranku adalah tentang kegiatan membaca juga menulis yang ingin aku tingkatkan agar bisa lebih rajin dan lebih diperdalam lagi. Bukanya apa-apa, mengingat banyak waktu berlalu begitu saja dan sia-sia karena tingkat kebiasaanku membaca buku benar-benar menyedihkan, yang mana tak sampai dari sepuluh buku yang bisa aku tuntaskan membacanya di tahun 2017 lalu. Ini sungguh-sungguh jauh selisihnya jika melihat ke tahun 2016 yang aku selesaikan kira-kira 35 buku. Padahal targetku tahun 2017 lalu, aku ingin membaca minimal 50 buku dari yang awalnya aku pasang angka 100 sebagai target. Namun berhubung tak ingin  terkesan takabur, akhirnya aku menguranginya jadi 50. Dan itupun ujung-ujungnya gagal, bahkan mencapai setengahnya pun tidak. Sungguh in...

Baca Buku Apa?

Aku lupa sejak kapan ada tanda-tanda bahwa aku suka membaca, entahlah mungkin sejak kecil. Tapi waktu itu bahan bacaanku masih berupa buku pelajaran sekolah dan buku bacaan anak-anak yang tak bisa aku ingat buku-buku apa saja itu. Lalu saat remaja menjelang dewasa, yang aku ingat aku memang belum punya banyak buku apalagi membacanya, tapi entah kenapa aku merasa senang jika ada teman yang mengajakku ke perpustakaan sekolah. Walaupun rasanya tak begitu banyak buku yang menarik untuk dibaca, entah karena tak banyak yang menarik dibaca atau memang minat bacaku yang saat itu masih amat receh (meski sekarang mungkin masih receh sih). Dan lain cerita pula saat aku memasuki dunia kerja seperti sekarang. Ketika setiap bulan berganti, itu artinya waktu yang dinanti-nanti telah tiba. Untuk  golongan karyawan swasta sepertiku, otomatis saat waktu "GAJIAN" tiba, dengan mendengarnya saja, rasanya mampu membikin hati penuh harap dan haru. Coba tunjuk tangan siapa yang tidak? Ini...

THRmu Kau Pakai Untuk Apa?

Q: THRmu kau pakai untuk apa? A: Beli buku! Itu adalah dialog singkat yang saya tuliskan di status facebook saya kemarin. Sama seperti ketika waktu gajian tiba, saat Tunjangan Hari Raya alias THR mulai menampakkan diri untuk segera dibagikan oleh bos, hal yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya adalah ingin segera menyambangi toko buku hanya untuk sekadar melihat-lihat atau langsung membeli satu atau beberapa buku, itupun jika ada yang membuat saya tertarik. Walau sebenarnya buku yang membuat tertarik itu pasti ada dan akan selalu ada, tapi dalam pikiran sering pula terjadi pergolakan untuk benar-benar yakin ketika membeli buku. Yakin bahwa buku yang dibeli itu harus segera dibaca bukan jadi tumpukkan yang saling berhimpitan dengan buku-buku lain yang lebih dulu dibeli dan lebih dulu jadi tumpukkan. Karena ketika hal seperti itu terjadi, ada rasa bersalah yang mengejar-ngejar dalam diri, yang seperti hendak melemparkan sederet pertanyaan "Kenapa beli buku kalau tak kunjung ...

Di Toko Buku

Tadi aku ke toko buku dengan meminjam motor temanku yang baru saja dia beli dengan biaya angsuran, namanya lebih baik aku rahasiakan. Tak usah disebutkanlah, bisa saja dia merajuk nanti. Sebenarnya niatku ke toko buku hanya ingin mencari majalah yang biasa aku koleksi, ya hanya dikoleksi tapi banyak sekali yang belum kubaca. Lalu setelah menuju rak bagian majalah, rupanya majalah yang kucari tak ada lagi. Ada tapi edisi terbaru, sedangkan yang aku cari edisi sebelumnya. Ya sudahlah. Aku masih berdiri memilah-milah majalah, bukan untuk kubeli, hanya sekedar melihat-lihat yang menarik. Rupanya ada satu artikel tentang seorang seniman visual perempuan, Lala Bohang namanya, yang beberapa bulan lalu aku tonton video profilenya di sebuah fanspage keren. Karena saat pertama menonton video profile itu aku sudah mengaguminya, aku jadi ingin membeli majalah itu. Tapi setelah aku pikir lagi, tak usahlah, aku batalkan saja. Karena tak mau pulang dengan tanpa membawa sesuatu, jadi aku putuskan unt...

Buku Terbaik

Mengenai membaca. Saya memang sudah tertarik membaca sejak masih kecil dulu, sejak TK, atau sejak SD barangkali, saya lupa kapan waktu pastinya. Yang pasti saya ingat, saat itu saya sering membaca apapun yang terlintas di depan mata saya. Bekas kemasan makanan ringan, spanduk, papan merk, reklame, komik  teman sekelas, koran bekas, majalah bekas, tulisan juga sticker nyeleneh di mobil dan motor, bahkan buku panduan mengajar milik guru tak luput jadi bacaan spontan saya ketika guru sedang di luar kelas. Bukannya serta-merta ingin dilihat sebagai anak yang pandai dan rajin. Saya hanya merasa penasaran dan selalu mencoba mencari tahu, apa yang dijelaskan dari tiap tulisan-tulisan itu, apa yang bisa saya ketahui. Layaknya anak-anak yang selalu punya rasa ingin tahu berlebih, tak terkecualilash saya saat itu. Jika dipikir-pikir, mungkin minat baca saya sepertinya tumbuh dan turut dipengaruhi dari hal-hal tersebut. Untunglah minat itu makin meningkat dan meningkat terus dari waktu-kewak...

JOMBLO ; Sebuah Komedi Cinta

Sebuah kisah menarik, panduan extream penuh kebaikan juga kesesatan, bagi kaum jomblo, penuh intrik serta daya tarik. segala rasa dibagi, pahit-manis, suka-duka, haru-biru, canda-tawa, ceria-kecewa, tangis-bahagia, komplit penuh warna, apa saja ada terkecuali kematian, tapi kayaknya juga ada deh. Cara menertawai dirimu sendiri, dirimu; jomblo only! Sial buku ini mengharukan sama seperti fimnya yang lebih dulu aku tonton, padahal kurang lebih buku ini telah berumur 10 tahun. Arghhh baca dan artikan sendiri sajalah bagaimana fantasi yang bisa kamu dapatkan dari buku ini. Gak bakal nyesel buat kamu yang ingin benar-benar menghargai arti tentang sebuah pertemanan dan persahabatan, kekaguman juga rasa cinta, kesendirian (baca:jomblo),  serta kompleksanya sebuah hubungan.