Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Harapan

Ikhtiar Membaca

Akhir akhir ini saya mulai kembali melatih diri saya untuk membaca buku lagi. Atau mungkin lebih tepatnya memaksakan diri saya untuk membaca buku lagi. Dan akhirnya di tahun 2024 ini, meskipun sudah memasuki tengah tahun dan bahkan lewat,  saya sudah berhasil menyelesaikan satu buku bacaan saya. Iya memang baru satu buku, dan rasanya senang, bahagia, puas, dan melegakan. Seperti orang yang baru selesai joging lalu minum air putih, dahaga pun hilang, yang ada hanya kesegaran. Buku apa yang baru saya selesai baca itu? Cerita tentang ini mungkin nanti saja di lain waktu. Alasan saya membaca buku lagi tentu akan banyak kalau saya karang-karang. Tapi mungkin bisa saya uraikan sedikit. 1. Sudah jelas karena saya merasa malu kalau saya memasukkan "membaca buku" sebagai salah satu kegiatan yang saya senangi. Sebab bagaimana mungkin mengatakan suka membaca buku tapi tak kunjung ada buku yang selesai dibaca dalam rentang waktu tertentu. Bikin malu saja kan kalau begitu? 2. Tapi seharus...

Jeda

Pagi masih teramat jauh Sebelum mata melewati tidur Benamkanlah ia segera Sebelum suara riuh bising berdenging Sebelum dunia terasa berguncang Sebelum tubuh ringkih meriang Sebelum sanubari rasa pecah memecah Terlelaplah menuju sinaran terang Hidupi mimpi walau sesaat waktu berlalu Pejamkan ego di antara hasrat nurani Bangkitlah nanti sebagai kesatria diri Beri jeda sementara Jambi, 20 April 2018

Ibu

Kebaikan terbit menyatakan terang Asa hidup melestarikan impian Abdi berbunga menumbuhkan bakti Kepadamu wahai semerbak terkasih Medan dari segala energi hati bermula Doamu, restu menuju jalan cahaya Harapanmu, pembuka pintu-pintu berkah Peluhmu, jerih payah tak berujung Nasihatmu, benih nilai bijak bestari Cintamu, melahirkan hakikat budi pekerti Teruntukmu malaikat Tuhan di dunia Jambi, 20 April 2019

Selesai Sudah

Di atap ketinggian langit menjulang Aku menatap hamparan semesta sekitar Jauh sejauh-jauhnya mata memandang Harapan hendak bersauh Di persimpangan jalan berkelok Tak jua lelah setapak langkah berhenti Panjang sepanjang-panjangnya lintasan meniti Hasrat ingin bersimpuh Perjalanan akan tiba sampainya Perjuangan di penghujung segera Akhirnya, selesailah sudah Jambi, 11 April 2018

Pulang Bersama

Aku selalu berharap bahwa setiap perjalanan yang aku tempuh bisa mempertemukanku, dengan kebaikan yang menyejahterakanku dari waktu penat. Lama kah itu atau sebentar saja, baik jauh jarak tempuhku sungguh tak mengapa demi hikmahnya, juga saat dekat di depan mata letak tujuan itu. Pun sama halnya dengan perjalanan pulang yang hanya sesaat. Sepertinya sudah saatnya aku mencari dan menemukanmu untuk pulang bersama.

Mimpi Anak Daerah

Apa kalian pernah mendengar tentang "Kuala Tungkal"? Masa tak pernah sama sekali ? Meskipun cuma sekali saja? Tetap tak pernah juga? Yang benar saja ini.  Atau begini, bagaimana dengan "Jambi' tentu pernah dong mendengarnya walau hanya beberapa kali atau mungkin hanya sekali. Setidaknya pasti pernah membacanya ketika belajar Geografi atau mungkin saat membaca nama-nama provinsi yang ada di Indonesia. Masih merasa tidak pernah mendengarnya sama sekali juga? Ya tuhan, siapa yang harus di salahkan ini? Jadi begini, saya adalah pemuda biasa dari daerah yang lahir dan sebagian masa pertumbuhan juga pendidikannya lebih banyak di habiskan di Kuala Tungkal, yakni salah satu daerah yang jadi pusat pemerintahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nah Tanjung Jabung Barat ini adalah satu dari 11 Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Dan sekadar mengingatkan atau informasi bagi yang belum tahu sama sekali, Provinsi Jambi ini termasuk 1 dari 10 Provinsi yang ada di Sumatera...

Do'a Pemikat

Purna bulan kala terang Matahari beralih waktu petang Bumi bersisian dua berkat Ibarat hidup diantara sekat Manusia bersusah payah hendak terbang Demi hasrat diri menuju titian ke bintang Kepak pun ditanam di punggung terbebat Lalu selanjutnya menunggu diangkat Tiada terkira jauh melayang Tinggi sekali kepada-Nya tak terbayang Sambil menitipkan doa-doa pemikat Untuk cita-cita dunia yang hebat

Menyongsong Gemilang

Sepertinya aku masih ingin membahas tentang resolusi tahunan. Tapi mungkin nanti saja kalau sempat, setelah aku menuntaskan apa yang harus dilakukan hari ini. Apa itu? Jika memang ingin tahu, akan aku jawab. Misalnya saja seperti ketika ada banyak waktu senggang dan lalu sejenak bebas dari kewajiban harian, seperti bergegas bangun pagi sekali, mandi, bersiap diri, berpakaian menarik juga rapi, dan woho mulailah berangkat kerja. Jadi kesimpulannya bagaimana dengan waktu senggang yang lengang di hari libur kerja seperti ini? Aha kita beri saja judul "Bermalas-malasan" Kedengarannya cukup menyenangkan sebagai cara refreshing murah-meriah untuk diri di awal tahun ini bukan?. Yang sudah pasti akan jadi semakin sibuk, banyak tantangan dan disertai jatuh bangun berpeluh ke depannya. Tapi bermalas-malasan ini bukan untuk selamanya. Harapanku, semoga saja bermalas-malasan ini hanya kegiatan yang sementara saja. Tidak perlu awet bertahan dan mengontrol hidup lebih jauh d...

Tanya Nurani

"Tahun baru lagi Tahun baru banyak resolusi Resolusi tanpa aksi Sama aja basa-basi" Itu adalah penggalan lirik lagu "Tahun Baru Lagi" dari Nostress. Sebuah band indie beliran pop-folk asal Bali. Baiklah, nampaknya aku ingin ikut dalam pusaran keramaian warganet, yang sedang dalam euforia pembahasan mengenai ragam pertanyaan yang muncul dan hal-hal bersinggungan dengan resolusi tahunan. Berhubung kita baru saja melalui pergantian tahun dari 2017 ke tahun 2018. Lalu apa saja yang menarik dari topik ini? Selain dari kontroversi pro dan kontra halal-haramnya mengucapkan selamat tahun baru, yang tak akan dibahas di sini. Hal itu tak lain tak bukan adalah seberapa berhasilkah kita melewati tahun 2017 lalu? Bagaimana kesan-kesan yang timbul dari setiap proses yang telah berlangsung? Apakah semuanya berjalan dengan mulus, lancar, dan baik-baik saja? Apakah target-target yang telah disusun di awal tahun sebelumnya sapu bersih semua? Atau malah sebaliknya, mengala...

Berharaplah

Hampir semua orang pernah merasakan ketidakberdayaan dan segala kepahitan hidup. Dan bisa saja sekarang sedang dalam keadaan letih berpeluh. Tertatih menapaki perjuangan namun terus bertahan. Lalu di sisi lain dari hidup yang sedang berlangsung, mungkin ada pengecualian-pengecualian di antara kita semua, bahwa ada juga sekian manusia yang memang sama sekali tidak pernah tersentuh dan merasakan perihnya kesusahan dalam hidup. Mungkinkah itu terjadi? Bisa jadi iya! Dan mungkin saja kan! Sudah tahu kan jika tuhan itu maha berkuasa lagi maha berkehendak. Urusan mengatur takdir dan jalan hidup manusia adalah perkara biasa yang tak ada apa-apanya samasekali tentunya bagi Dia. Dan siapalah diri kita ini yang merasa begitu berhak ingin tahu pada rencana serta rahasia-rahasia ilahiah? Celakalah memang sudah kita, bila benar begitu adanya. Namun jika dalam realita yang nyata ini, kita sadar bahwa nampaknya keberuntungan juga kebaikan senantiasa selalu menyertai, berusahalah untuk tida...

Begitulah Ego Diri

Rasanya dulu dan mungkin sampai sekarang aku sering sekali menceritakan sedikit dari banyak hal yang aku inginkan dalam hidup ini. Dan sebenarnya, jika ingin jujur sampai sekarang pun aku masih tetap menyimpan keinginan demi keinginan itu untuk bisa hidup sekali lagi, atau pun berkali-kali lagi. Tentu saja tak ada yang salah untuk itu, semua orang pun tahu dan sadar itu sesuatu yang lumrah, sangat manusia sekali. Semua adalah tentang mimpi yang terus menyala dalam relung hati dan jiwa ini. Tentang harapan yang berharap tumbuh menjulang tinggi. Tentang ambisi​-ambisi yang menggerogoti diri dan terpenjara abadi dalam rangka kepala yang membingkai otak kanan dan kiri. Mimpi, harapan, dan ambisi, sejatinya adalah bagian dari nafsu dan ego diri. Dan siapalah kita yang manusia ini? Ah hanyalah insan biasa, yang tiada daya dan upaya menolak segala sajian fatamorgana dunia penuh imajinasi. Seolah-olah kita semua adalah budak yang merasa dirinya calon raja tertinggi. Padahal benar saja...

Indonesia dan Pancasila

Saya baru sadar bahwa tanggal 1 Juni 2017 hari ini adalah adalah hari di mana negara kita Indonesia memperingati hari kelahiran Pancasila. Itupun karena melihat di linimasa media sosial saya, banyak teman-teman yang menuliskan beragam hal tentang Pancasila dan tak lupa membagikan foto-fotonya yang bersanding dengan poster kampanye hari kelahiran Pancasila yang bertajuk "Saya Indonesia, Saya Pancasila" dengan keterangan waktu 29 Mei - 04 Juji 2017 dan di sepakati bersama sebagai #PekanPancasila. Alanglah tak tahu dirinya sebagai pemuda Indonesia, sampai-sampai hari Pancasila pun tak ingat. Entah saya tak tahu siapa yang pertama kali memulai aksi ini di sosial media, apakah memang sudah ada ketentuan dari kesepakatan bersama dari sekelompok manusia, atau murni dari seorang sukarelawan. Ah tak penting juga mencari dari mana asal-muasalnya kan? Yang penting adalah niat mulia dari sesiapa di antara mereka yang bukan hanya mencita-citakan kesaktian Pancasila. Tapi juga turut m...

Sekilas Harapan

Sedikit terketuk dengan ingatan tak pasti dari beberapa waktu lalu. Bahwa hidup adalah tentang berharap, tentang menanti sebuah jawaban dari masing-masing pertanyaan yang banyak dan beraneka ragam yang telah tersedia. Jika beruntung jawaban bisa muncul dengan mudah tanpa perlu bersusah payah mencari. Jawaban akan muncul dari kesempatan yang dibuat sendiri. Jawaban bisa didapat langsung dari orang atau tempat tertentu, baik terencana ataupun secara acak. Begitu juga setiap hari tentunya. Harapan-harapan kecil imenyala, sesekali terang, kadang redup, tak jarang pula padam, tapi yang jelas hampir tak pernah statis.Bahkan ketika harapan hilang pun itu tetap sebuah perubahan kan! Kalo ada istilah "People Change" maka sama halnya dengan harapan-harapan itu, mereka juga bisa berubah, selalu berubah, dan terus berubah. Roda kehidupan itu mutak berlaku, jika ingin selamanya ada di atas dari awal mula hingga akhir tiba, coba jadi tuhan kalau bisa!

Resolusi 2017

Resolusi ya? Sebenarnya tanpa menunggu tahun berganti, hampir setiap malam jika tak terlewatkan sekitar pukul 21.00 wib aku selalu berusaha menuliskan semacam catatan harian. Yang mana itu aku maksudkan sebagai kontemplasi atau sederhanya sebuah renungan untuk memaknai waktu yang dilalui hari itu dan mengambil pelajaran darinya. Sesekali memang ada kalanya aku terlupa untuk menuliskan catatan harianku. Tapi tak jarang, lupa itu malah berantai dari satu hari terlupa, dua hari terlupa, lalu sampai pada hari setelahnya barulah aku sadar, bahwa mungkin aku bukan sedang lupa, aku hanya lalai. Dalam catatanku, hampir di setiap akhir tulisan tiap harinya, aku selalu menyelipkan harapan dan do'a untuk hari esok. Entah itu harapan kecil ataupun do'a sederhana, aku tetap menuliskannya. Terwujud atau tidaknya setelah itu, aku tak pernah memikirkan hasilnya saat menulis. Toh perkara hasil bukan aku si manusia ini yang menentukan. Bagiku rasanya itu juga bagian dari resolusi kan? Ya resol...

Membangun Sekolah Impian

Jika diberi kesempatan untuk membuat sebuah institusi pendidikan / Sekolah, akan seperti apa jadinya? Jikalau pertanyaan itu benar-benar datang pada saya, apalagi bila akan ada bantuan atau mungkin tanggungan dana penuh dari donatur yang bersedia memfasilitasi semuanya. Saya punya sedikit gagasan untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Jika diberi kesempatan untuk membuat sebuah institusi pendidikan / Sekolah, akan seperti apa jadinya? Mengenai pertanyaan itu. Dulu sekali, saya sudah pernah terpikir mengenai sekolah seperti apa yang saya ingin bangun, bila kesampaian. Sampai sekarang, jawaban yang saya punya dan masih saya simpan yakni sekolah seni dan kreatifitas. Semacam sanggar seni tapi juga memiliki mata pelajaran lain yang juga diajarkan disekolah-sekolah pada umumnya, seperti Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, dll. Namun bedanya sekolah saya ini adalah kebalikan dari sekolah umum tersebut, pelajaran yang paling diutamakan lebih ke bentuk pelajaran senin...