Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label nasehat

Berharaplah

Hampir semua orang pernah merasakan ketidakberdayaan dan segala kepahitan hidup. Dan bisa saja sekarang sedang dalam keadaan letih berpeluh. Tertatih menapaki perjuangan namun terus bertahan. Lalu di sisi lain dari hidup yang sedang berlangsung, mungkin ada pengecualian-pengecualian di antara kita semua, bahwa ada juga sekian manusia yang memang sama sekali tidak pernah tersentuh dan merasakan perihnya kesusahan dalam hidup. Mungkinkah itu terjadi? Bisa jadi iya! Dan mungkin saja kan! Sudah tahu kan jika tuhan itu maha berkuasa lagi maha berkehendak. Urusan mengatur takdir dan jalan hidup manusia adalah perkara biasa yang tak ada apa-apanya samasekali tentunya bagi Dia. Dan siapalah diri kita ini yang merasa begitu berhak ingin tahu pada rencana serta rahasia-rahasia ilahiah? Celakalah memang sudah kita, bila benar begitu adanya. Namun jika dalam realita yang nyata ini, kita sadar bahwa nampaknya keberuntungan juga kebaikan senantiasa selalu menyertai, berusahalah untuk tida...

Berkacalah

Baru sadar diri, kalau selama ini, ketika terlibat percakapan dengan orang lain. Entah itu perempuan atau laki-laki, baik percakapan di daring ataupun luring. Seringkali secara sengaja dan tak tak sengaja, aku seolah paling tahu urusan juga persoalan masalah orang, serasa paling mengetahui jalan pikiran mereka, menganggap diri paling mengerti apa yang harus orang lakukan, berlagak paling paham atas apa yang dibutuhkan orang  dengan menyelipkan kritik, saran, tambahan, masukan, atau apapun istilahnya itu. Padahal mungkin sebenarnya sama sekali tidak dimintai pendapat. Mohon maafkan diri ini bila itu pernah terjadi sekali ataupun lebih. Karena lambat laun kita tahu bahwa, ada kalannya orang tak butuh itu semua, ada kalanya orang bosan dengan kritik, saran, tambahan, masukan, atau apapun istilahnya itu. Benar kan? Ada kalanya yang orang butuhkan hanya dukungan, semangat, juga doa tentunya. Untuk itu aku tak tahu apakah ini adalah sesuatu yang baik atau malah sebaliknya. Dan nampakn...

Nasehat Seorang Pembenci

Kata kakek  "Selagi kau hidup, kau boleh dan bebas melakukan apapun yang kau mau, nak. Apapun itu, termasuk jika kau ingin jadi pembenci. Ya tentu itu semua berdasarkan pilihan dan tanggung jawabmu sendiri. Tapi tolong ingat satu hal pesanku ini, nak. Setidaknya kau tidak jadi pembenci yang dibayar. Jangan jadi budak pembenci yang hanya tahu ikut arus membenci. Tanpa tahu apa yang dibenci, terlebih lagi tak tahu apa tujuan dari membenci itu. Kau harus tahu jelas apa yang kau lakukan dan tahu pasti apa konsekuensinya. Jangan nanti di penghujung jalan, lalu kau menangis darah, tak ada arti lagi semua itu, hanyalah sia-sia belaka. Maka sekali lagi aku ingatkan kau, nak. Jika kau ingin jadi pembenci, jadilah pembenci sejati"