Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pertanyaan

Apakah Kita Sedang Berlomba?

Kadangkala di dalam perenungan kecil, saya bertanya-tanya sendiri. Apakah kita ini sedang saling berlomba satu sama lain? Berlomba jadi yang paling pintar, berlomba jadi yang paling kaya, berlomba jadi yang paling  keren , berlomba jadi yang paling  hebat , berlomba jadi yang paling tinggi, berlomba jadi yang paling baik. Tapi sepertinya kita sedang berlomba jadi yang paling benar di antara semuanya. Dan lebih dari itu, sadar ataupun tanpa kita sadari, hal-hal tesebut masih akan terus berlanjut dari waktu ke waktu, selama peradaban kita ini masih berlangsung.

Kemungkinan Baru

Hampir semingguan ini atau mungkin lebih. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Seperti halnya orang -orang yang seringkali berbicara pada batinnya, nuraninya, benaknya, pikirannya, atau apapun itu sebutannya. Aku pun melakukan hal yang sama. Mungkin yang kita rasakan hanya berbeda-beda tema saja saat itu terjadi. Aku memikirkan sesuatu tentang satu pertanyaan yang aneh, atau mungkin biasa saja, entahlah. Pertanyaannya begini. Dapatkah aku menulis puisi berdasarkan sosok manusia dari banyak karakter yang aku tonton, dalam sebuah tayang serial televisi yang aku sukai? Aku rasa jawabannya bisa aku cari tahu sendiri. Mulai bergerak membuktikannya sendiri. Aku harus mencoba melakukannya sendiri. Membuat segala terkaan-terkaan yang terprediksi dan yang tersusun secara asal begitu saja dalam kepalaku menjadi nyata. Menjadi mungkin untuk kemungkinan yang baru.

Kenapa Manusia Tersinggung?

Karena ia membiarkan diri dan hatinya lemah diperdaya pikiran. Padahal tentu saja hati adalah yang paling tangguh dalam menjalani segala ujian dan kondisi perasaan. Tetapi tunggu sebentar, ada yang terlupa olehku. Ciri dan karakter manusia berbeda-beda antara satu dan lainnya. Sudah barang tentu juga bila hati yang menjadi inti jiwanya juga berbeda. Ada seorang yang s ebenarnya peka dan perasa namun tampak dengan jiwa tangguh. Ada yang sebaliknya, tampak peka dan perasa tapi tapi sebenarnya acuh dan abai. Tentu masih banyak lagi kombinasi emosional diri manusia yang lainnya. Tak terhitung karena keunikannya yang benar-benar di luar nalar dan perkiraan manusia, yang pasti di luar kendali manusia untuk mengetahui semuanya. Tapi sungguh hebat dan uniknya justru di situ, prasangka manusia yang satu dan lainnya yang tak sama bisa dan sering menyebabkan salah paham. Kenapa terjadi salah paham? Kembali lagi, karena memang hati sebagai rumah dari perasaan itu berbeda...

Selamat Atasmu, Aku, dan Kita Semua!

Sungguh bosan menyaksikan kecamuk orang-orang di lini masa media sosial ini, yang saling sibuk merasa sok benar dan yang lainnya pula, saling asyik menyalahkan. Masing-masing sama saja, merasa paling benar, atau merasa selalu benar. Padahal dia pasti tahu dan sadar jiwa dan akal bahwa dirinya bukanlah Mahabenar, karena memang pasti bukan. Tidak ada yang ingin memilih salah, karena siapa juga yang ingin menjadi tumpuan kesalahan. Padahal manusia tempatnya khilaf, lupa, dan salah. Ah memang kita manusia selalu begitu. Ingin ku hapus saja mereka dari pertemanan, karena aku merasa cukup risih dan bingung mengamati mereka yang saling berdebat melempar argumen kebenciannya itu. Mau apa sebenarnya mereka? Ingin jadi agen kebaikan atau kebencian? Ingin dunia ini jadi indah dan membahagiakan, atau jadi kelam dan suram? Kalau aku, jelas sungguh tak menginginkan buih-buih pesimistis macam itu. Dunia maya kini memang sudah semakin sulit untuk jadi menyenangkan jika hal s...

Mengapa Pertanyaan Ini Belum Terjawab Juga?

Aku melihat tanah retak di lantai bumi Pertanda apakah gerangan ini, Ya Tuhan? Aku tak berani menerka dari mana muara masalah Yang kutahu, reruntuhan gedung dan rumah-rumah Luluh lantak terserak sudah Aku mendengar isak tangis pecah di udara Menurutmu, ada apa ini, hai manusia? Kenapa kekacauan datang seketika? Mungkinkah ada do'a-do'a datang besertanya? Aku tak tahu kunci rahasianya Aku hanya ingin tahu Mengapa pertanyaan ini belum terjawab juga? Jambi, 11 Maret 2018

Tentang Pertanyaan-pertanyaan

Pada beberapa kesempatan, saya sering menyadari bahwa ada banyak hal dalam kehidupan saya yang harus saya benahi segera. Ya memang sudah seharusnya sepert itu sih, namanya juga manusia kan? Harus ada perubahan menuju arah kebaikan. Dan kita tahu, setiap waktu, pasti selalu saja ada kesalahan dan ketidakteraturan dalam berbagai hal yang datang menggempur kita. Yang selalu berpotensi membuat kehidupan kita jadi tidak berjalanan seperti apa yang kita ingihkan, semua menjadi kacau balau. Misalnya saja Entah sudah berapa kali saya meyakinkan diri untuk tidak tidur larut  malam hari? Berapa kali pula saya akhirnya melupakan itu? Berapa kali saya meneguhkan hati untuk menjaga pola makan agar tak kebablasan dan asal-asalan makan? Dan berapa kali pula saya menjadi pengkhianat atas apa yang saya tekadkan? Berapa kali saya menetapkan hati untuki rajin membaca, belajar, dan konsisten mengembangkan diri? Lalu berapa kali pula semua itu saya abaikan begitu saja? Ah jika saya teruskan mungki...