Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label septemberwrite

Jangan Ada Jeda

Hampir dari seluruh agama di dunia ini, selalu mengajarkan tentang pentingnya sabar dan ikhlas. Nah dari situ muncullah beberapa  pertanyaan. Apa arti dari sabar dan ikhlas itu? Kenapa kita harus sabar dan ikhlas? Kapan kita harus sabar dan ikhals? Dan segenap pertanyaan lainnya. Mengutip dari KBBI online​, kata Sabar   [sa-bar] termasuk jenis kata Adjektiva (kata sifat) memiliki arti; 1. Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Contoh:  ''ia menerima nasibnya dengan sabar, hidup ini dihadapinya dengan  sabar.' 2. Tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu contoh: ' segala usahanya dijalankannya dengan sabar'. Sedangkan Ikhlas [ikh-las] yang juga termasuk kata Adjektiva (kata sifat) memiliki arti; hati; tulus hati contoh: 'memberi pertolongan dengan ikhlas, mereka benar-benar  ikhlas'. Nah itu definisi Sabar dan Ikhlas menurut KBBI online. Bagaimana menurutmu? ...

Terima Kasih Teknologi Informasi :)

Saya pernah membaca atikel di sebuah portal informasi yang menyebutkan beragam penemuan bermanfaat paling berpengaruh sepanjang masa di dunia, beberapa di  antaranya  adalah komputer, alat komunikasi elektronik, dan internet. Dan sejak awal terciptanya sampai sekarang ini, kita tahu bahwa penemuan-penemuan tersebut sudah mengalami banyak sekali inovasi yang juga memicu lahirnya banyak penemuan, dan jika disebutkan satu persatu pasti tak akan ada habisnya. Karena setiap saat bahkan setiap detik selalu lahir ide-ide brilian dari para ilmuwan dan inovator. Bayangkan saja bila penemuan-penemuan itu tidak bisa kita rasakan atau mungkin tidak pernah tercipta sama sekali saat ini? Bayangkan betapa repotnya jika hanya ingin mencari informasi tentang daerah wisata di pulau Jawa, apakah harus ke sana dulu untuk sekadar mencari informasi? Pasti butuh banyak​ sekali biaya dan akan menghabiskan banyak waktu pula. Bayangkan juga bila ingin menanyakan kabar keluarga, te...

Sekelebat Menghilang

Hampa adalah kesan yang hadir meninggalkan pertanyaan Dari resah berulang-ulang menemukan jawaban Jengah adalah alasan tepat untuk berhenti Atas sisa-sisa gundah mencari arti Marah adalah puncak rasa menolak keadaan Untuk kepergian tanpa sepatah pun kata pesan #septemberwrite #menulis30hari #30harimenulis #menulis #pergitanpapesan

Undian

Saat itu keadaan terasa begitu janggal saja, seketika membuat aku panik diliputi keheranan tak berkesudahan. Bagaimana tidak? Ketika tersadar dari tidur, seingatku sebelumnya aku sedang beristirahat sebentar dengan bersandar di bangku panjang dalam ruang tunggu pada sebuah bank swasta, akibat kelelahan menunggu giliran antri sedari pagi sekali. Seingatku aku memang berangkat saat jalanan masih cukup lebgang untuk pergi kerja. Nah yang membuat aku bingung setelah terjaga, kenapa tiba-tiba saja lokasiku berbaring tadi jadi berubah, bukannya berubah posisi,  ini lebih dari itu. Mendadak saja aku terbangun dan sedang berada di atas sebuah kapal besar, kapal megah berwarna putih dengan les hitam. Kapal ini sepertinya sedang dalam sebuah perjalanan, ya aku sedang berada di atas laut. Laut lepas yang mana sejauh mata memandang tak akan kau dapati setitik pulau tampak d d di kejauhan. Namun ada sedikit hal terbesit dalam pikiranku, rasa-rasanya kapal  ini sedikit familiar di ingat...

Manusia Pemimpi

Di dunia ini sudah banyak orang yang hidup sukses dengan mengenggam mimpi-mimpinya. Siang malam berpeluh, berpacu dengan waktu. Terik cuaca panas dan rintik hujan deras seperti sudah jadi sahabat karib. Yang hadir di kala suka, setia di saat duka, kapanpun di manapun selalu saja ada. Semua orang bebas saja jika ingin bermimpi, toh tiada yang melarang kan. Selagi pikiran, umur, dan nafas masih di kandung badan, jalan masih tersisa. Asalkan semangat masih menggelora, tiada daya dan upaya yang dapat menghalang kecuali kehendak tuhan. Ini bukan sekadar teori omong kosong belaka, sudah banyak orang yang membuktikannya. Dan ingat, bermimpi boleh saja tinggi, berharap boleh saja besar. Namun kadang kala, ada saatnya kita harus menyadari sebuah keadaan yang statis dan tak bisa diubah begitu saja semau kita. Kita pasti sadar diri akan keberadaannya, ia adalah realita. Ini bukan tentang menyerah, tapi hanya tahu diri kapan harus berhenti. Namun di luar daripada itu, bagaimanpun jalan ceri...

Mana Demokrasinya?

Sekarang ini, ketika kita sudah memutuskan pilihan untuk hadir di internet dengan berekspresi, berkarya, berniaga, belajar, dan kegiatan lainnya di sosial media. Sebenarnya saat itu juga, kita harusnya sadar dan siap dengan segala hal dan kemungkinan atas respon dari apa yang kita lakukan dalam berinternet, khususnya bersosial media. Baik itu respon dari orang-orang yang pro dan juga yang kontra terhadap kita. Di sinilah sebenarnya kita dituntut cermat dan sigap menyikapi respon-respon yang ada. Salah-salah respon berupa perbedaan pendapat, bisa jadi akan memicu terjadinya debat kusir yang tak tentu ujung-pangkalnya. Yang semakin kesini semakin tak jelas mana benar dan mana salah, karena semua pihak tetap bersikeras mempertahankan pendiriannya, meski dengan argumen yang meragukan dan sering kali ngawur. Dalam keadaan seperti ini, ketika kedua belah pihak yang berbeda pendapat ini sama-sama ngotot atas apa yang mereka yakini benar, bukan tak mungkin hal-hal buruk bisa terjadi begi...

Menunggu Diri Berpulang

Apa sebenarnya arti di balik menunggu dalam penantian panjang? Kita seringkali merelakan diri menghabiskan waktu untuk  satu dan lain hal tak terbayang. Kadangkala kita pasrah mengutuk keadaan dan berang. Lalu banyak detik demi detik terbuang hilang. Beruntung jika apa-apa yang ditunggu datang. Nahas nasib sebaliknya bila penantian pupus berakhir malang. Begitu seterusnya dan seterusnya dan seterusnya berulang. Tak kunjung berakhir sampai tiba saatnya menunggu diri berpulang #septemberwrite #menulis30hari #30harimenulis #menulis #menunggu