Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label decemberwrite

Lain Waktu

Hari ini rencananya aku yang bekerja di kota, ingin pulang ke rumah. Ya rumah keluargaku, rumah di mana ada bapak, mamak, & adik-adikku, yang jaraknya sekitar 3 jam perjalanan menggunakan mobil travel dengan kecepatan kurang lebih 80-100 km/jam. Sementara itu aku yang sepulang kerja tadi sekitar pukul  4, sebenarnya sudah bersiap untuk pulang, namun berhubung ada beberapa hal yang harus aku selesaikan, jadilah agak lewat dari waktu yang semula aku targetkan. Setengah jam berlalu, barulah aku segera beranjak memesan ojek online demi bergegas menuju tempat yang biasa aku jadikan lokasi menunggu mobil travel menjemput. Sesampai di titik penjemputan, setelah membayar ongkos ojek online tadi, waktu menunggu pun dimulai. Selang 30 menit, 40 menit, 50 menit, sampai 60 menit waktu berlalu, belum ada juga tanda-tanda mobil travel tiba, sedangkan langit sudah mulai redup & mengalami gelap dengan senjanya. Corong-corong masjid yang terdengar di sekitar pun mulai bergema ...

Kutub Utara dan Kutub Selatan

Suatu kesempatan aku ingat pernah memberikan sekelumit pertanyaan pada diriku sendiri dalam angan. Pertanyaan duniawi yang sebenarnya masuk dalam kategori pembahasan ilmiah. Pertanyaan tentang seputar hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam sekaligus geografi. Salah satu pertanyaan itu adalah "lebih dingin mana antara Kutub Utara dan Kutub Selatan?" Pertanyaan yang mungkin terkesan sangat kutu buku atau mungkin lebih kepada kurang kerjaan. Ya mungkin saja begitu, karena jika aku di posisi orang lain mungkin akan berpikiran yang sama. Entahlah. Bertahun-tahun pertanyaan itu aku simpan tanpa pernah aku ketahui jawabannya dan tak terpikirkan untuk mencari jawabannya di internet, di buku-buku pelajaran sekolah, dan juga tak tersirat dalam pikiran untuk bergegas menanyakannya pada orang lain yang mungkin lebih mengerti hal ini dengan khatam atau minimal tahu banyak tentang hal tersebut. Pada kesempatan lainnya, saat waktu sudah berlalu lama dari sejak pertanyaan...

Berharaplah

Hampir semua orang pernah merasakan ketidakberdayaan dan segala kepahitan hidup. Dan bisa saja sekarang sedang dalam keadaan letih berpeluh. Tertatih menapaki perjuangan namun terus bertahan. Lalu di sisi lain dari hidup yang sedang berlangsung, mungkin ada pengecualian-pengecualian di antara kita semua, bahwa ada juga sekian manusia yang memang sama sekali tidak pernah tersentuh dan merasakan perihnya kesusahan dalam hidup. Mungkinkah itu terjadi? Bisa jadi iya! Dan mungkin saja kan! Sudah tahu kan jika tuhan itu maha berkuasa lagi maha berkehendak. Urusan mengatur takdir dan jalan hidup manusia adalah perkara biasa yang tak ada apa-apanya samasekali tentunya bagi Dia. Dan siapalah diri kita ini yang merasa begitu berhak ingin tahu pada rencana serta rahasia-rahasia ilahiah? Celakalah memang sudah kita, bila benar begitu adanya. Namun jika dalam realita yang nyata ini, kita sadar bahwa nampaknya keberuntungan juga kebaikan senantiasa selalu menyertai, berusahalah untuk tida...

Gejolak

Pergilah kepada samudera Ke sana ia bersauh Bersama bulir laut Beruntun pecah memecah Ibarat sanubari dirundung resah gelisah Sirnalah rasa Lajulah kepada samudera Di sana ia bertaruh Di antara deras ombak hitam keruh Bagai raga kehilangan sukma Matilah rasa Pulanglah kepada samudera Di mana ia berlabuh Di penghujung putaran waktu Seperti akhir sebuah kisah Hilanglah rasa #10dayswrite #decemberwrite #berlayarditengahbadai 

Berkaca Sekali Lagi

Di setangkai sore kemarin Aku kembali dapat satu kesempatan Berkaca di depan cermin Setelah sekian lamanya menunggu Akhirnya datang juga waktu ini Tapi aku lupa Entah ini untuk ke berapa kalinya Aku bisa berkaca lagi Aku lupa, benar-benar lupa  Sampai tak sadar Aku terus menggaruk kepala hingga rambut pendeku rontok Rambutku tidak hitam Juga tidak putih Rambutku perak berkilauan Seperti memancarkan sinar Mungkin karena menyerap cahaya Selepas berkaca Tapi setelah aku pikir lagi Ini mungkin karena takdir Sebab bukan pertama kalinya terjadi Hanya lagu lama cerita lalu Sama seperti kisah waktu dulu Aku percaya Kita punya kesempatan kedua Merayakan doa dalam cinta Aku merasa beruntung  Bisa berkaca sekali lagi #10dayswrite #decemberwrite #lagulama

Bentuklah Opini Sendiri

Beberapa hari terakhir sempat heboh tentang tokoh politikus terjerat kasus korupsi pengadaan e-ktp, You know who? Yang melakukan banyak drama sekaligus  akrobat dalam proses peradilan hukumnya. Seiring dengan itu, ada pula video yang turut tersebar bergandengan dengan video sidang You know who? Yakni video potongan dari serial drama Korea berjudul "My Lawyer, Mr. Jo" Pertanyaannya, kenapa video tersebut tersebar & bergandengan? Kalau belum nonton, lebih baik cari lalu amati, bandingkan sendiri, lalu bangun dan bentuklah opini sendiri. Atau begini, ya sudah saya bocorkan sedikit kesimpulannya. Intinya, apa yang dilakukan You know who? Boleh dibilang hampir mirip dengan manuver drama dan akrobat yang dilakukan tokoh dalam serial drama Korea yang juga sedang terlihat dalam sidang sebuah kasus pada potongan video tersebut. Apakah benar-benar banyak kesamaan? Ah saya tak tahu pasti bagaimana, lagian saya tak tertarik mengikuti berita politik seperti itu denga...

Pergi Sajalah

Pagi itu menorehkan guratan luka kelabu Berwarna gelap pekat menyerupai hitam Bak jelaga mengudara hilang wujudnya Tapi seolah ingin terus dikenangan Ia meninggalkan noktah di kaca lentera Merencanakan kusam untuk waktu lama Bekasnya seolah abadi tak ingin enyah Mungkin bertahan sementara Mungkin juga tak terhingga Kemudian menunggu saat hilangnya tiba Dan menunggu pernyataan itu menyala Semua hanya iming-iming dusta belaka Kau bilang, pergi sajalah  #10dayswrite #decemberwrite #dustabelaka

Hening

Setiap aku pulang ke rumah, jika waktunya tepat di sore hari, mungkin aku akan bertemu dengan tante Tuti, adik mamakku yang berjualan aneka makanan dan minuman di depan rumah nenek. Kebetulan rumah orangt uaku  dan rumah nenek memang saling terhubung. Dan karena jalan utama di sekitar rumahku lebih dekat jika dilewati dari rumah nenek, jadi otomatis pula rumah nenek lebih sering jadi tempat berkumpul kami sekeluarga, baik saat santai ataupun melangsungkan acara syukuran, pengajian, dll. Nah lain cerita pula bila aku pulang ke rumah dan baru sampai saat malam hari, orang yang lebih sering aku temui pertama kali biasanya adalah nenek, karena di waktu-waktu seperti itu tante Tuti sudah lebih dulu pulang ke rumahnya untuk istirahat. Dan di saat-saat seperti itu seringkali aku dan nenek sedikit banyak membicarakan beberapa hal. Apapun yang mungkin dibicarakan, akan dibicarakan, umumnya sih hanya hal-hal yang ringan saja. Tak pernah sampai membahas kebijakan politik Gube...