Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kenangan

Hening

Setiap aku pulang ke rumah, jika waktunya tepat di sore hari, mungkin aku akan bertemu dengan tante Tuti, adik mamakku yang berjualan aneka makanan dan minuman di depan rumah nenek. Kebetulan rumah orangt uaku  dan rumah nenek memang saling terhubung. Dan karena jalan utama di sekitar rumahku lebih dekat jika dilewati dari rumah nenek, jadi otomatis pula rumah nenek lebih sering jadi tempat berkumpul kami sekeluarga, baik saat santai ataupun melangsungkan acara syukuran, pengajian, dll. Nah lain cerita pula bila aku pulang ke rumah dan baru sampai saat malam hari, orang yang lebih sering aku temui pertama kali biasanya adalah nenek, karena di waktu-waktu seperti itu tante Tuti sudah lebih dulu pulang ke rumahnya untuk istirahat. Dan di saat-saat seperti itu seringkali aku dan nenek sedikit banyak membicarakan beberapa hal. Apapun yang mungkin dibicarakan, akan dibicarakan, umumnya sih hanya hal-hal yang ringan saja. Tak pernah sampai membahas kebijakan politik Gube...

Ngomongin Guru

Jadi ada banyak sekali guru-guru dari masa lalu yang begitu berjasa dalam hidupku. Dari guru TK misalnya, yang paling aku ingat kala itu adalah Bu Eva, wali kelasku yang begitu menyenangkan dan mengayomi. Bu Siti Asmanah, Kepala Sekolah yang baik hati. Bu Murni, pengganti Kepala Sekolah, yang sama baiknya dengan Bu Siti Asmanaah. Oya nama sekolah TK-ku, TK Baiturrahim. Lain waktu mamakku pernah bercerita, katanya waktu TK, kabarnya sih aku jago menggambar dan mewarnai dulu. Itu kata beliau, aku hanya diceritakan saja. Bahkan pernah suatu kali, aku yang saat itu seharusnya mewakili TK-ku untuk lomba menggambar dan mewarnai di Jakarta sana, terpaksa mengundurkan diri dari lomba. Belakangan aku baru tahu kalau saat itu diwaktu yang berdekatan, Tante Tuti dan Almarhumah Tante Cica, dua orang adik perempuan dari Mamakku akan melangsungkan pernikahan. Jadi mau tak mau agenda sekolah untuk mensukseskan lomba mewarnai itu dibatalkan. Namun berhubung saat itu aku belum begitu peka tentang ...

Tapal Batas Mimpi

Aku sebenarnya tidak sedang ingin berpuisi Lagipula aku tak cakap menghimpun kata beruntun rima Kalaupun itu terjadi, aku mungkin sedang asal meracau saja lewat tulisan ini seadanya Tak ada jujur yang bisa aku ceritakan Melainkan air mata sulit tumpah Maaf-maaf saja ini bukan curahan rasa Hanya ada hati terkenang rindu palsu abadi Ia adalah buah dari pertemuan sesaat di bawah deras hujan semalam tadi Di persimpangan jalan menuju arah berlainan dari tempat ragaku mengabdi Sepertinya ini harus segera diakhiri Karena tampaknya kendali diri sudah terkikis tuntas habis dan tiada tersisa lagi Basah kuyup kedinginan Menunggu ia datang kembali Di tapal batas mimpi #10dayswrite #novemberwrite #mengenangmudalamrintikhujan #tenggelamdalamkerinduan