Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tekad

Batas Ketidaktahuan

Perasaan sibuk membekali diri Dengan nyali demi menjemput bulan Namun bulan luput dari jangkau tangan Hanya bayangnya dtinggalkan Sisi kelamnya terpisah dari cangkang Terpecah-belah dengan bentuk rusak parah Paling hancur sehancur-hancurnya sudah Tiada lagi tersisa untuk dikenang rasa Air mata bersimbah tak cukup jadi sesal Apalagi untuk sekadar berduka Walaupun sedikit sisa kecewa Dibagikan pun terlambat juga Kenyataannya jadi hilang guna Sama seperti seperangkat pertanyaan Yang berhamburan di kepalamu Hendak merangkak keluar untuk tumbuh Lalu hidup dengan tujuan Akan menemukan jawabannya sendiri Sampai saatnya tiba Apalah daya Tersadar semua nihil semata Begitupun logika dari realita kita Sama-sama menyimpan rahasia dunia Sungguh menakjubkan batas ketidaktahuan Jambi, 21 April 2018

Jeda

Pagi masih teramat jauh Sebelum mata melewati tidur Benamkanlah ia segera Sebelum suara riuh bising berdenging Sebelum dunia terasa berguncang Sebelum tubuh ringkih meriang Sebelum sanubari rasa pecah memecah Terlelaplah menuju sinaran terang Hidupi mimpi walau sesaat waktu berlalu Pejamkan ego di antara hasrat nurani Bangkitlah nanti sebagai kesatria diri Beri jeda sementara Jambi, 20 April 2018

Sayap Harapan

Rindu-rindu hadir Di jiwa-jiwa yang berlendir Berasal dari sayap-sayap harapan Yang hinggap dari terbang berhari Mustahil terbang lagi Apakah gerangan sebab-musababnya? Pertanyaan mulai beringas menganga Meminta untuk diberi jawaban pasti Menagih atas kebenaran sahih Berupa alasan Berupa kepuasan Berupa kebaikan Berupa kedamaian Berupa keselarasan Berupa kemuliaan Berupa kebijaksanaan Berupa kesempurnaan Uraian tak akan putus sampai di situ Tanda tanya belum selesai berhenti Titik tiada sempat mengakhiri Saat pertanyaan kembali menyala Cerita terus berlanjut Sampai kemudian lalu bersambung Jambi, 20 April 2018

Kepada Hakikatmu

Sudah saatnya berganti jiwa Yang lama telah usang Temukan lagi diri baru Untuk asa sejahteramu Demi kemenangan itu Lucuti kelammu Keburukan itu Singkap sesalmu Atas luka-luka itu Lupakan murkamu Oleh kemarahan itu Ganti yang baru Tekad-tekad itu Jalani kehidupanmu Bersama doa itu Bahagialah hatimu Dengan cinta itu Pulanglah segera Kepada hakikatmu Jambi, 20 Maret 2018

Selamat Datang di Mahligai Mimpi

Aku sedang merencanakan cara menggapai nyala tekad bak api abadi itu. Memilin satu per satu gundah gulana pengganggu sebagai bahan bakarnya. Mengubahnya jadi seribu satu alasan kenapa harus berdikari? Kita tidak sedang membicarakan hal-hal abstrak, apalagi sesuatu yang nihil.  Kalau kau bingung, dan masih dihantui resah gelisahmu, kau bebas berhenti.   Bukankah kau tidak terikat pada apapun sebenarnya saat ini. Bahkan pada norma yang selalu berusaha kau patuhi. Pun walau nyatanya kau hendak berpaling arah jalan untuk kesekian kalinya setiap menemui persimpangan, tentu saja tak ada yang salah dari itu. Bagaimanapun siasat, keputusan sepakatmu adalah sah dan benar dalam persepsimu. Aku percaya tak ada yang terlanjur basah. Setiap hal yang terjadi adalah tuntunan garis takdir. Semuanya memiliki riwayat yang beralasan. Meski mungkin dalam ketidaktahuan yang meraja. Camkan itu sebaik-baiknya, seingat-ingatnya. Kau cukup meyakini dengan penuh art...

Mustahil Berakhir Semalam

Ringkih terhimpit kerumunan keluh kesah Penat melepas belenggu resah Kesunyian ini kehidupan nyata Dan kesepian adalah teman setia kita Bukan, mungkin hanya aku saja. Di hati pernah lantang berucap Bahwa kita harus menghapus garis batas Nyatanya kita malah menciptakan lagi tembok sekat pemisah baru Dan Itu adalah rindu Tak pernah lupa menengadah pada langit Mengeluhkankan soal pelik kehidupan Yang ramai dijajakan orang-orang Dari keriaan nan lara perjuangan Do'a-doa terungkap Ayat-ayat dilantunkan Aku rasa kita telah sadar Belum seberapa terlihat di ujung mata Perjalanan masih teramat jauh panjang Mustahil berakhir semalam Jambi, 1 Maret 2018