Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mimpi

Jurnal Mimpi: Terdampar di Rumah Kecil

Gastiasih Aku memimpikan masa di mana aku tiba-tiba berada di sebuah rumah kecil. Terlihat ada seorang perempuan di sana, aku cukup ragu apakah perempuan ini istri orang lain ataukah masih gadis. Tapi entah kenapa aku memanggilnya kakak, seolah dia lebih tua dariku. Atau mungkin bisa jadi karena aku hanya bersikap sopan? Entahlah aku tak tahu pasti, itu hanya berlalu begitu saja. Namun yang pasti perempuan ini adalah sosok perempuan yang cantik dan menawan. Saat itu sepertinya aku sedang numpang kencing, atau numpang minum, atau numpang berteduh, atau numpang menginap, atau numpang apa lah. Aku juga lupa, aku tak tak bisa mengingat dengan baik lagi tentang hal itu dan cerita selanjutnya.

Batas Ketidaktahuan

Perasaan sibuk membekali diri Dengan nyali demi menjemput bulan Namun bulan luput dari jangkau tangan Hanya bayangnya dtinggalkan Sisi kelamnya terpisah dari cangkang Terpecah-belah dengan bentuk rusak parah Paling hancur sehancur-hancurnya sudah Tiada lagi tersisa untuk dikenang rasa Air mata bersimbah tak cukup jadi sesal Apalagi untuk sekadar berduka Walaupun sedikit sisa kecewa Dibagikan pun terlambat juga Kenyataannya jadi hilang guna Sama seperti seperangkat pertanyaan Yang berhamburan di kepalamu Hendak merangkak keluar untuk tumbuh Lalu hidup dengan tujuan Akan menemukan jawabannya sendiri Sampai saatnya tiba Apalah daya Tersadar semua nihil semata Begitupun logika dari realita kita Sama-sama menyimpan rahasia dunia Sungguh menakjubkan batas ketidaktahuan Jambi, 21 April 2018

Jeda

Pagi masih teramat jauh Sebelum mata melewati tidur Benamkanlah ia segera Sebelum suara riuh bising berdenging Sebelum dunia terasa berguncang Sebelum tubuh ringkih meriang Sebelum sanubari rasa pecah memecah Terlelaplah menuju sinaran terang Hidupi mimpi walau sesaat waktu berlalu Pejamkan ego di antara hasrat nurani Bangkitlah nanti sebagai kesatria diri Beri jeda sementara Jambi, 20 April 2018

Menulis Puisi

Aku tidak menulis puisi Untuk membuat tuan dan puan terkesan Aku menulis puisi Untuk menyerukan pesan dari perasaan Kepada sesiapapun takdir bait bermuara Entah beroleh pujian cinta Atau hanya sumpah serapah Bagiku tiada masalah Baik buruk yang singgah Apapun sama saja Aku akan terus menulisnya Dibaca pun walau tak dibaca Aku akan terus melanjutkannya Menulis serangkaian aksara rasa Demi pesan-pesan itu Atas perasaan-perasaanku Puisi-puisiku Jambi, 30 April 2018

Mimpi Anak Daerah

Apa kalian pernah mendengar tentang "Kuala Tungkal"? Masa tak pernah sama sekali ? Meskipun cuma sekali saja? Tetap tak pernah juga? Yang benar saja ini.  Atau begini, bagaimana dengan "Jambi' tentu pernah dong mendengarnya walau hanya beberapa kali atau mungkin hanya sekali. Setidaknya pasti pernah membacanya ketika belajar Geografi atau mungkin saat membaca nama-nama provinsi yang ada di Indonesia. Masih merasa tidak pernah mendengarnya sama sekali juga? Ya tuhan, siapa yang harus di salahkan ini? Jadi begini, saya adalah pemuda biasa dari daerah yang lahir dan sebagian masa pertumbuhan juga pendidikannya lebih banyak di habiskan di Kuala Tungkal, yakni salah satu daerah yang jadi pusat pemerintahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Nah Tanjung Jabung Barat ini adalah satu dari 11 Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Dan sekadar mengingatkan atau informasi bagi yang belum tahu sama sekali, Provinsi Jambi ini termasuk 1 dari 10 Provinsi yang ada di Sumatera...

Menyongsong Gemilang

Sepertinya aku masih ingin membahas tentang resolusi tahunan. Tapi mungkin nanti saja kalau sempat, setelah aku menuntaskan apa yang harus dilakukan hari ini. Apa itu? Jika memang ingin tahu, akan aku jawab. Misalnya saja seperti ketika ada banyak waktu senggang dan lalu sejenak bebas dari kewajiban harian, seperti bergegas bangun pagi sekali, mandi, bersiap diri, berpakaian menarik juga rapi, dan woho mulailah berangkat kerja. Jadi kesimpulannya bagaimana dengan waktu senggang yang lengang di hari libur kerja seperti ini? Aha kita beri saja judul "Bermalas-malasan" Kedengarannya cukup menyenangkan sebagai cara refreshing murah-meriah untuk diri di awal tahun ini bukan?. Yang sudah pasti akan jadi semakin sibuk, banyak tantangan dan disertai jatuh bangun berpeluh ke depannya. Tapi bermalas-malasan ini bukan untuk selamanya. Harapanku, semoga saja bermalas-malasan ini hanya kegiatan yang sementara saja. Tidak perlu awet bertahan dan mengontrol hidup lebih jauh d...

Begitulah Ego Diri

Rasanya dulu dan mungkin sampai sekarang aku sering sekali menceritakan sedikit dari banyak hal yang aku inginkan dalam hidup ini. Dan sebenarnya, jika ingin jujur sampai sekarang pun aku masih tetap menyimpan keinginan demi keinginan itu untuk bisa hidup sekali lagi, atau pun berkali-kali lagi. Tentu saja tak ada yang salah untuk itu, semua orang pun tahu dan sadar itu sesuatu yang lumrah, sangat manusia sekali. Semua adalah tentang mimpi yang terus menyala dalam relung hati dan jiwa ini. Tentang harapan yang berharap tumbuh menjulang tinggi. Tentang ambisi​-ambisi yang menggerogoti diri dan terpenjara abadi dalam rangka kepala yang membingkai otak kanan dan kiri. Mimpi, harapan, dan ambisi, sejatinya adalah bagian dari nafsu dan ego diri. Dan siapalah kita yang manusia ini? Ah hanyalah insan biasa, yang tiada daya dan upaya menolak segala sajian fatamorgana dunia penuh imajinasi. Seolah-olah kita semua adalah budak yang merasa dirinya calon raja tertinggi. Padahal benar saja...

Manusia Pemimpi

Di dunia ini sudah banyak orang yang hidup sukses dengan mengenggam mimpi-mimpinya. Siang malam berpeluh, berpacu dengan waktu. Terik cuaca panas dan rintik hujan deras seperti sudah jadi sahabat karib. Yang hadir di kala suka, setia di saat duka, kapanpun di manapun selalu saja ada. Semua orang bebas saja jika ingin bermimpi, toh tiada yang melarang kan. Selagi pikiran, umur, dan nafas masih di kandung badan, jalan masih tersisa. Asalkan semangat masih menggelora, tiada daya dan upaya yang dapat menghalang kecuali kehendak tuhan. Ini bukan sekadar teori omong kosong belaka, sudah banyak orang yang membuktikannya. Dan ingat, bermimpi boleh saja tinggi, berharap boleh saja besar. Namun kadang kala, ada saatnya kita harus menyadari sebuah keadaan yang statis dan tak bisa diubah begitu saja semau kita. Kita pasti sadar diri akan keberadaannya, ia adalah realita. Ini bukan tentang menyerah, tapi hanya tahu diri kapan harus berhenti. Namun di luar daripada itu, bagaimanpun jalan ceri...

Kota Impian

Berhubung tadi pagi saya sempat sedikit memberi tanggapan pada sebuah video yang dibagikan oleh sebuah halaman. Jadi sepertinya saya akan meneruskan apa yang bisa saya teruskan. Adalah sebuah halaman bernama "Merawat Jogja" yang membagikan video tentang kota Jogja yang terkenal dengan begitu banyak hal menarik. Kota yang bisa jadi tempat hidup yang menyenangkan, biaya hidup murah, banyak tempat wisata, cuacanya gak panas, hidupnya santai, orang-orangnya santun, dan memberikan beragam kesan pada tiap-tiap manusia yang pernah mengunjunginya dan pernah atau masih tinggal di sana. Namun Kota Jogja yang dikenal penduduknya dan banyak orang sebagai kota yang begitu bersahaja, ramah, tentram, indah, dan selalu dirindukan itu. Seiring pergerakan waktu, mereka merasakan bahwa kota Jogja yang mereka cintai sedang mengalami perubahan dibanyak sisi. Bukan melulu perubahan pada arah kebaikan, namun juga perubahan yang memberi kesan negatif yang memprihatinkan. Mereka merasakan suatu ...