Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pengingat diri

Lakukan Segera

Tanpa bermaksud menyinggung orang lain, entah kenapa menjadi malas itu rasanya begitu menggoda dan menghanyutkan. Sekali dua kali melakukannya, maka bersiaplah untuk kehilangan banyak hal. Tidak melulu soal uang namun berupa waktu dan kesempatan berharga yang kelak akan susah dilakukan jika memang tidak diprioritaskan. Tapi ya memang jalan kehidupan masing-masing manusia berbeda-beda. Dan ritmenya dalam mengerjakan sesuatu pun juga tidak tentu sama antara satu orang dengan yang lainnya. Malas boleh malas tapi malas yang beralasan pasti, capek, jenuh, mencari pengalaman baru, ataupun memikirkan sesuatu yang tidak biasa. Ya banyak caranya, dan mungkin banyak juga alasannya. Kalau malas yang menghanyutkan dan tidak berguna sama sekali mungkin diri kita sendiri yang tau bagaimana hal itu sebenarnya. Pertanyaan-pertanyaanya. Apakah malah itu berdosa? Kenapa saya malas? Apakah kita tidak boleh malas? Apa yang bisa diperoleh dari malas?Bagaimana rasa malas bekerja? Kalau digali lebih jauh, pe...

Pelajaran Dari Anak Kucing Calico

Persis pada hari Minggu sepekan yang lalu, saya dan adik bungsu saya sedang joging sore atau mungkin lebih ke jalan kaki sore. Seperti biasa dalam langkah yang berpacu itu, kami melakukan pembicaraan yang lompat-lompat, kadang membahas ini, nanti membahas itu. Lalu setelah sekitar 500 meter berjalan, kami melewati jalan setapak yang kiri kanannya masih banyak semakin belukar,  Tak lama berjalan saya seperti mendengar suara anak kucing. Semakin kami berjalan maju, suara itu semakin jelas terdengar, di pertengahan jalan setapak itu, di pinggirannya  ada seekor anak kucing kecil belang tiga atau kalau istilah kerennya kucing Calico. Saya dan adik pun heran di jalan yang sepi dan cukup jauh dari pemukiman warga, bagaimana mungkin ada anak kucing kecil sendirian? Saya ambil kesimpulan kalau kucing ini dengan sengaja dibuang oleh orang tidak punya hati dan bodoh pula. Ditambah lagi di dekat anak kucing yang kami temukan, ada kertas bungkus nasi yang mungkin dijadikan alas makanan un...

Relaksasi Sejenak

Tidak ada salahnya sesekali waktu mengupayakan relaksasi diri yang dibutuhkan tubuh dan pikiran. Walaupun itu hanya seada-adanya saja, itupun tak apa. Judul kolase: "Relax"  8 April 2022 Kuala Tungkal, Indonesia

Yang Dibuthkan Untuk Sukses

Ada yang pernah berpendapat, bahwa selain membutuhkan bakat dan usaha keras, untuk bisa membuka jalan menuju pintu-pintu kesuksesan, seringkali juga dibutuhkan sentuhan keberuntungan. Yang mana ini cukup langka. Sebab keberuntungan itu ada banyak jenisnya. Di antaranya ada keberuntungan berupa "waktu yang tepat" atau berupa "orang sebagai pembuka/penyambung jalan" atau ada pula yang menyebutnya sebagai "orang dalam". Meski ini agak lucu sebenarnya dan seringkali jadi berkonotasi negatif. Tak ada yang benar atau salah sesungguhnya, semuanya sah-sah saja di dunia ini. Karena siapapun berhak atas kesuksesan itu. Persoalan selanjutnya adalah bagaimana cara menggapainya? Sebab katanya, jalan masing-masing dari kita memang sudah tersedia jatahnya sendiri-sendiri. Maka dari itu ketika bakat dan usaha keras sudah cukup diperjuangkan dengan baik, mungkin memang butuh waktu yang tepat atau bertemu sosok berjasa pembuka jalan. Atau biarkan semesta bekerja...

Perjalanan

View this post on Instagram A post shared by muhajir suardi (@ajirisme) on Dec 28, 2019 at 10:21pm PST Banyak orang bilang, bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yang tanpa ada kata akhir. Meskipun, kadangkala sebagian orang yang sedang dalam kejatuhannya yang tak terperi, juga merasa kalau dari setiap kenyataan yang terjadi, telah merenggut banyak hal dari kehidupan mereka. Karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa masalah demi masalah di dunia tidak akan benar-benar hilang dari kehidupan kita, melainkan berganti wujud menjadi masalah yang baru. Dari yang bisa diambil sebagai hikmah pelajaran, mungkin saja Itu terjadi karena akan selalu ada proses demi proses yang baru setelahnya. Sebuah jalan setapak, yang mesti kita lewati dengan tekad yang keras secara terus-menerus tanpa henti Belum lagi, ada bermacam bentuk halang rintang, yang harus selalu siap sedia kita hadapi di tengah perjalanan. Baik yang bisa diprediksi...

Kita Adalah

Kita bukanlah apa-apa dan siapa-siapa. Kita adalah diri kita sendiri dengan tulang-belulang, daging, organ tubuh, rambut, beserta ruh, pikiran, perasaan, harapan, ingatan, dan kenangan.

Alasan Berkomentar

Jadi menyebalkan itu mudah saja, mudah sekali. Ada isu sosial lalu lanjutkanlah dengan asal berkomentar tanpa kesadaran penuh. Lalu berbuat sesuka hati, tanpa pertimbangan, nah jadilah menyebalkan. Dan sebaliknya, jadi orang menyenangkan itu begitu susah. Sebab, mestilah berbuat lebih. Namun itu tak jadi masalah, toh jadi orang biasa pun sebenarnya tak ada yang salah sama sekali. Asalkan tak merugikan da n menyakiti orang, asalkan sudah berusaha berbuat baik setulus hati, sudah cukuplah rasanya. Tapi, baik bagi diri sendiri belum tentu baik juga bagi orang lain. Dan ya, maka dari itulah perlunya menjadi peka pada orang lain. Lagi pula bagaimanapun yang terjadi, setiap orang memang akan selalu punya alasan untuk berkomentar. . #pengingatdiri

Terima Kasih 2019

2019 menjadi serangkaian pelajaran bermakna untuk saya. Tentang kedisiplinan yang belum benar-benar saya lakukan dengan baik, tentang penundaan akan banyak hal, tentang semangat belajar yang turun naik, tentang kemalasan-kemalasan yang teramat parah, tentang konsistensi dan integritas dalam proses berkarya yang perlu ditingkatkan, tentang bersabar dan kerendahan hati untuk terus berjuang melangka h maju, tentang kebangkitan dan ketegaran setelah mengalami kejatuhan, tentang berjejaring dan bersinergi dengan beragam manusia untuk tumbuh bersama, tentang memperbaiki sifat-sifat buruk yang bercela, tentang keharusan menabung yang juga butuh pengorbanan, dan tentu saja masih ada banyak hal lainnya yang harusnya bisa jadi lebih menarik jika dilaksanakan dengan baik. Sebab dunia ini terlalu hampa untuk diri saya sendiri tanpa menjadi bermanfaat bagi sesama dan bagi dunia. Terima kasih dunia, terima kasih kehidupan, terima kasih Tuhan. . Jambi, 22 Desember 2019 #pengingatdiri ...

Tautan Perasaan

Perpisahan, kepedihan, dan kenangan, seutuhnya bukan hanya milik manusia antara manusia saja. Tak luput dari itu, sebagiannya manusia dan sekian dari mahluk hidup lain di semesta ini, juga terikat emosi perasaannya. Tak percaya? Perhatikan dan amati sekitar kita serta dunia ini. Mungkin setidaknya ada satu kisah kedekatan hubungan manusia dan mahluk hidup lainnya yang begitu terjalin dengan erat, seperti ada ikatan batin di antara mereka. Baik itu manusia dengan hewan, tumbuhan, benda mati, atau mungkin sesuatu yang bersifat non-mahluk hidup namun terasa seolah-olah hidup. Entahlah, apapun bentuk dan wujudnya, hal-hal seperti itu memang nyata adanya dan seringkali terjadi di sekitar lingkungan kita. Dan dari kedekatan satu sama lain itu pula, kita bisa meyakini bahwa perasaan mahluk hidup itu sungguh sesuatu yang misterius, sulit diterka, dan penuh dengan teka-teki. . Kolase: "Nelangsa" Jambi, 2019

Salah Kaprah Menerka

Dalam upaya untuk berkembang, maju, dan jadi lebih baik, sudah pasti ada banyak cara yang kita coba. Dan dalam perjalanan itu kesalahan, kehilafan, dan apapun jenisnya tentunya tak terhindari, sebab semua itu adalah bagian dari proses. Lalu di antara sekian banyak jalan yang ditempuh, tak jarang ada pula yang mencari asal muasal perkara masalah bukan karena untuk memperbaiki keadaan. Yang terjadi malah sebaliknya, ada itikad mencari kambing hitam, untuk dijadikan bahan celaan, bahan pergunjingan, dan lain sebagainya. Ini bukan tanpa alasan, hal pertama yang bisa menandai hal tersebut bisa dilihat dari kritik yang ditujukan bukan pada sesuatu / hal /kesalahan yang terjadi, namun pada karakter personal seseorang. Yang mana dalam ilmu logika dan filsafat ilmu ini disebut Logical Fallacy, yakni cara berpikir yang salah/sesat. Dan dari cara bepikir yang salah tersebut akan menimbulkan reaksi yang salah dalam merespon. Sehingga apabila seseorang menyatakan suatu pendapat dengan menggunak...

Harapan Akhir Tahun

Menjelang tahun berganti kedepan, ketika hampir semua orang berpacu pada waktu, meramu rencana untuk maju, dalam sebentuk rangkaian resolusi tahunan. Aku hanya berharap bahwa kelak aku diberikan banyak kekuatan untuk bertahan dari segala tantangan zaman, dari kerasnya kehidupan, dari pertanyaan-pertanyaan takdir yang memburu, pertanyaan yang itu-itu saja, yang semestinya bisa ditanyakan pada Tuhan saja, sebab bagaimanapun hanya Dia yang mengetahui jawaban-jawaban pasti atas semua itu.  #pengingatdiri

Berkaca Pada Nurani

Pada beberapa hal saya menjadi semakin sadar, bahwa jangan hanya ingin memaklumi diri sendiri, pahami juga sisi orang lain. Lalu sebaliknya, jangan cuma melihat cela noda orang lain, belajar juga untuk tahu diri. Tempat berkaca bukan cermin saja, nurani juga.  #pengingatdi

Jawabnya ada di Ujung Langit

Sebenarnya, mengapa orang butuh motivasi? Kenapa hampir setiap orang selalu punya semacam penyemangat yang bisa membangkitkan tekad dalam diri? Ya, dalam hal apapun dan untuk tujuan apapun, hampir dari kita semua merumuskan beragam cara untuk sesuatu yang kita perjuangkan masing-masing. Bentuknya pasti ada banyak dan bermacam-macam pula. Tak jarang malah ada sebagian dari kita yang menggagas terobosan ide baru demi menyalakan api dalam jiwa. Demi menjaga agar kita tetap pada setapak jalan yang kita titi ke depan. Karena ketika api itu mulai redup atau mungkin padam, sudah jelas saat-saat seperti itu lah kita sangat membutuhkannya sebagai pendorong. Bahkan tak jarang, ketika sedang menyala pun rasanya kita akan tetap berusaha menjaga api itu berkobar, atau membuatnya mencapai lebih dari apa yang bisa dilakukan. Karena jujur saja, dari hati terdalam bukankah banyak kita yang memang selalu ingin lebih, lebih, dan lebih? Tentu itu adalah sesuatu yang bebas kita lakukan sendiri, tak ada...

Tentukan Sendiri Pilihanmu

Rutinitas orang-orang setiap harinya mungkin berbeda-beda, atau sudah pasti berbeda-beda. Masing-masing dari kita biasanya punya cara tersendiri juga dalam mengelolanya, apapun kegiatannya, apapun caranya.  Mulai dari hal-hal yang kita suka ataupun juga yang tidak kita, semuanya kembali pada pribadi masing-masing. Ingin berdamai dengan diri sendiri dan keadaan. Lalu melanjutkan apapun yang bisa dilakukan dengan semangat yang tersisa meski sedikit namun tetap memegang harapan untuk maju dan bertumbuh. Atau memilih untuk mengutuki nasib yang dirasa tak nyaman untuk diterima, hingga kemudian berakhir meratapi semua yang terjadi dengan gelap mata penuh sesal juga kecewa. Tapi, di dunia ini ada banyak hal yang juga bekerja dengan caranya sendiri. Ada beragam hal juga yang jelas-jelas tak bisa diterka prosesnya. Sebab tak ada satupun manusia yang bisa mengetahui dengan pasti rentang dan jalan hidup kedepannya. Bukankah hidup itu memang sebuah misteri. Semua kep...

Perihal Menunda

Tunda, menunda, ditunda, tertunda. Selain kebiasaan-kebiasaan buruk saya soal sering begadang, rajin ngemil, aktif bermalas-malasan, berpenampilan berantakan dan kucel, dll. Ternyata masih ada lagi kebiasaan buruk saya yang harus segera saya perbaiki nampaknya. Salah satunya yaknk, seringkali menunda-nunda segala sesuatu hal yang sudah saya rencanakan untuk dilakukan. Saya menyadari bahwa hal ini ternyata berpengaruh sekali dan saling terhubung pada hal-hal yang lainnya.  Sehingga secara langsung dan tidak langsung berpotensi membuat kekacauan dalam proses kerja atas sesuatu yang seharusnya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Itu pun hanya bisa terjadi jikalau saya tidak melakukannya, melanjutkanya, menerusaknnya, dan membiasakannya. Karena tentu saja, penundaan demi penundaan itu lambat ataupun cepat akan memicu kemalasan yang beruntun dan tak berkesudahan.

Harus Berubah

Pagar Rumah Bang Ian Saya sadar bahwa kebiasaan yang saya lakukan sehari-hari banyak yang buruk. Mulai  dari sering begadang, ngemil, malas, berantakan, dan kucel. Seharusnya seiring waktu berjalan saya sudah bisa mengurangi ini semua. Sebab saya sudah pernah berniat untuk jadi orang yang lebih baik kedepannya sejak lama, dan itu termasuk juga dengan memperbaiki kualitas dan cara saya menjalani kehidupan. Dan sudah seharusnya hal ini bisa segera saya lakukan dengan baik. Saya ingin sekali memperbaikinya, saya ingin berubah, mudah-mudahan bisa segera saya lakukan sedikit demi sedikit.

Hidup Harus Berlanjut

Hobiku itu sejak zaman dulu sebenarnya ada banyak sekali. Seiring waktu saling silih berganti dan terus berganti. Hanya saja. Entah mengapa ya, tak pernah ada momentum di mana aku bisa benar-benar membawa diriku, bisa berjaya dan hidup damai dengan zona nyaman yang tercipta. Apa mungkin karena aku selalu susah untuk bisa bertahan dan fokus ya? Mungkin begitu. Misalnya saja, mulai dari olahraga tenis meja, bermain musik, belajar mendalami desain, membikin kerajinan tangan, tulis-menulis, coba-coba memproduksi podcast, sampai menggiati kesenian seperti sekarang. Lalu aku pikir, sepertinya perjuanganku masih akan panjang sekali. Dan untuk itu, tentu saja aku belum bisa berhenti di sini. Atau lebih tepatnya belum waktunya aku berhenti. Barangkali begitu. Ya namanya juga hidup. Bagaimanapun itu. Semuanya harus tetap berlanjut.

Tahukah Kau?

Tahukah kau, aku masih sering menyambangi blogmu, membaca tulisan-tulisanmu, dari satu judul ke judul yang lainnya. Sering yang aku maksud sebenarnya, tak juga setiap hari. Namun lebih ke sesekali waktu, sesempat mungkin yang aku mampu. Membaca lagi tentangmu. Dari banyak tulisanmu yang aku baca, sepertinya tak ada satupun sesuatu tersirat tentangku. Ya mungkin memang tak ada yang berkesan mendalam dariku untukmu, aku tahu dan aku sadar benar akan hal itu. Sebab itu sudah biasa terjadi dari sejumlah pengalaman-pengalamanku di masa lalu. Sebab siapalah aku ini? Hanya seseorang yang terlalu sering berharap lebih, untuk banyak hal yang tak juga kunjung pasti. Apakah pernah terbesit olehmu untuk sesekali waktu pula mengunjungi blogku dan membaca tulisan-tulisanku yang remeh ini? Ah tidak penting juga sepertinya bagimu kan? Ya sudahlah, aku beralih dulu ke hal-hal lainnya. Daripada aku terus-terusan meracau di sini, mengasihani diriku sendiri, seperti ta...

Sayap Harapan

Rindu-rindu hadir Di jiwa-jiwa yang berlendir Berasal dari sayap-sayap harapan Yang hinggap dari terbang berhari Mustahil terbang lagi Apakah gerangan sebab-musababnya? Pertanyaan mulai beringas menganga Meminta untuk diberi jawaban pasti Menagih atas kebenaran sahih Berupa alasan Berupa kepuasan Berupa kebaikan Berupa kedamaian Berupa keselarasan Berupa kemuliaan Berupa kebijaksanaan Berupa kesempurnaan Uraian tak akan putus sampai di situ Tanda tanya belum selesai berhenti Titik tiada sempat mengakhiri Saat pertanyaan kembali menyala Cerita terus berlanjut Sampai kemudian lalu bersambung Jambi, 20 April 2018

Takut Pada Prasangka

Ternyata setelah aku pikir-pikir, karena terlalu sering membaca buku self-improvement alias buku pengembangan diri. Jika aku perhatikan lagi, seringkali setiap aku menulis entah di blog, di medsos, atau di aplikasi chat, entah kenapa setiap ada sesi beropini, aku merasa sepertinya aku terdengar sok macam seorang motivator kepada orang lain. Dan aku tak tahu, apakah ini bai k atau tidak? Aku pikir, mudah-mudahan saja baik. Tapi sungguh aku sangat khawatir sekali atas ketakutan yang berasal dari prasangka buruk. Sebab hal semacam itu pasa titik tertentu memang cukup bisa menggangu pikiran dan perasaan. Rasa itu bisa saja membuatku jadi merasa besar kepala atau mungkin malah aku sudah lebih dulu terlihat besar kepala bagi orang lain, yang sejujurnya hal seperti itu sangat tidak aku dambakan sama sekali. Aku harap itu tidak terjadi, dan mudah-mudahan juga orang tidak beranggapan begitu kepadaku. (Lah, memangnya kau ini siapa ajir? Keluarga bukan, kerabat bukan, pacar bu...