Langsung ke konten utama

Pelajaran Dari Anak Kucing Calico

Persis pada hari Minggu sepekan yang lalu, saya dan adik bungsu saya sedang joging sore atau mungkin lebih ke jalan kaki sore. Seperti biasa dalam langkah yang berpacu itu, kami melakukan pembicaraan yang lompat-lompat, kadang membahas ini, nanti membahas itu. Lalu setelah sekitar 500 meter berjalan, kami melewati jalan setapak yang kiri kanannya masih banyak semakin belukar, 

Tak lama berjalan saya seperti mendengar suara anak kucing. Semakin kami berjalan maju, suara itu semakin jelas terdengar, di pertengahan jalan setapak itu, di pinggirannya  ada seekor anak kucing kecil belang tiga atau kalau istilah kerennya kucing Calico.

Saya dan adik pun heran di jalan yang sepi dan cukup jauh dari pemukiman warga, bagaimana mungkin ada anak kucing kecil sendirian? Saya ambil kesimpulan kalau kucing ini dengan sengaja dibuang oleh orang tidak punya hati dan bodoh pula.

Ditambah lagi di dekat anak kucing yang kami temukan, ada kertas bungkus nasi yang mungkin dijadikan alas makanan untuk bekal kucing.

Di situ saya pun bingung, si orang ini sengaja membuang anak kucing di tempat yang jauh dari jangkauan orang lain pada umumnya dan tidak aman pula. 

Kebingungan saya muncul karena bagaimana mungkin juga dia memberinya makanan ketika dia berniat membuangnya di tempat sepi. Seolah ingin membuat kucing itu mati secara perlahan tapi tak lupa memberinya harapan palsu. 

Kenapa begitu? 

Kenapa jadi harapan palsu?

Ya kenapa juga membuang kucing di tempat sepi, jauh dari pemukiman warga, yang mana secara langsung akan membuat kucing susah mencari makan pun mendapatkan pemberian makanan.

Ya kalaupun tidak bisa merawat kucing itu, sebaiknya jangan dibuang di tempat seperti itu, mending ke pasar atau di tempat yang terjangkau untuknya,  karena sekurang-kurangnya past akan ada satu dua orang yang peduli.

Kalau di tempat seperti itu bagaimana mungkin anak kucing kecil itu bisa bertahan hidup?

Tapi itu hanyalah prasangka saya yang hanya seorang manusia biasa. Maka dengan perasaan resah dan kasihan jadi Saya memutuskan untuk membawanya pulang, dan sambil berharap mudah-mudahan saya bisa merawat anak kucing ini dengan baik. 

Beberapa hari berlalu, adik bungsu saya memberi nama si anak kucing Calico ini "Meimei" namun kemudian diganti "Caca" karena katanya nama yang pertama agak mirip dengan nama atasan kerja  adik saya yang tengah.

Setelah kurang lebih seminggu, si Caca menunjukkan keadaan yang mengkhawatirkan,  badannya kurus, ia mulai malas makan, bahkan minum pun jika ia didekatkan ke wadah air minumnya. Si Caca semakin melemah seiring hari berlalu. 

Dengan inisiatif adik saya, dibawalah ia ke dokter hewan, sesampainya di sana menurut diagnosis dokter, perut Caca kembung dan dingin. Perkiraan dokter sepertinya Caca sempat jatuh ke genangan air di bawah kolong rumah saya, hingga terminum banyak air comberan dan tertelan lumpur tanpa sepengetahuan saya. Entahlah mungkin ia jatuh saat saya tak ada di rumah atau saat saya tidur.

Puncaknya Caca pun sampai pada ajalnya. Caca meninggal karena sudah tidak sanggup bertahan. Caca pergi untuk selamanya. Caca pulang menuju Tuhan.

Mungkin itu juga yang dimaksud dengan manusia boleh berencana namun pada akhirnya Tuhan lah yang memberikan keputusan. 

Mungkin Tuhan lebih sayangg pada si anak kucing Calico dan ingin memanggilnya segera.

Atau mungkin momentum ini menjadi sebuah ujian untuk hati nurani saya dan juga hikmah yang penuh pelajaran berarti.


Semoga Caca pulang dengan tenang. 

Semoga damai tempatmu di sana ya Ca. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKU & OPPO N1 : I WANNA GET OPPO N1

Wow! aku langsung tersentak saat melihat diberanda facebookku, ada satu fanspage memposting sebuah pengumuman kontes blog seperti ini : OPPO Indonesia    :  Mau menjadi salah satu orang pertama yang memiliki smartphone canggih  OPPO N1   Ayo ikutan “Aku & OPPO N1” Blog Contest dan raih kesempatan mendapatkan  OPPO N1 !  Syarat & ketentuan lihat disini  #OPPON1 "Aku & OPPO N1" Blog Contest Iya pengumuman kontes ini dari fanspagenya  OPPO Indonesia ,  kupikir dari pada internetan browsing sana-sini nggak jelas, mending aku coba-coba ikut dalam kompetisi blog ini siapa tahu aku yang beruntung mendapatkan  OPPO N1   yang canggih dan keren itu . Setelah menelusuri link demi link yang saling terhubung dari  Oppo Indonesia  yang menjelaskan tentang kontes blog yang diselenggrakannya bertema  "Aku & OPPO N1". Dan setelah m embaca beberapa keterangan “Mekanisme Ko...

Lakukan Segera

Tanpa bermaksud menyinggung orang lain, entah kenapa menjadi malas itu rasanya begitu menggoda dan menghanyutkan. Sekali dua kali melakukannya, maka bersiaplah untuk kehilangan banyak hal. Tidak melulu soal uang namun berupa waktu dan kesempatan berharga yang kelak akan susah dilakukan jika memang tidak diprioritaskan. Tapi ya memang jalan kehidupan masing-masing manusia berbeda-beda. Dan ritmenya dalam mengerjakan sesuatu pun juga tidak tentu sama antara satu orang dengan yang lainnya. Malas boleh malas tapi malas yang beralasan pasti, capek, jenuh, mencari pengalaman baru, ataupun memikirkan sesuatu yang tidak biasa. Ya banyak caranya, dan mungkin banyak juga alasannya. Kalau malas yang menghanyutkan dan tidak berguna sama sekali mungkin diri kita sendiri yang tau bagaimana hal itu sebenarnya. Pertanyaan-pertanyaanya. Apakah malah itu berdosa? Kenapa saya malas? Apakah kita tidak boleh malas? Apa yang bisa diperoleh dari malas?Bagaimana rasa malas bekerja? Kalau digali lebih jauh, pe...

Menjadi Baik

Alangkah indahnya dunia ini kalau semua orang jadi keranjingan berbuat baik.  Ya siapa juga sih yang tak merasakan betapa senang dan bahagianya bila mendapatkan perlakuan baik? Jika ingin berbuat baik sebenarnya simple saja, tidak perlu yang muluk-muluk, repot, dan menyusahkan diri. Kebaikan kan ada banyak macamnya, dan tak sedikit juga yang bentuknya nampak sederhana untuk bisa dilakukan, tapi bisa berdampak besar untuk orang lain misalnya menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, misalnya lagi juga meski hanya sekadar menyapa pun memberikan senyuman kepada siapapun yang kita temui.  Namun memang berbuat baik meski hanya sederhana tidak semudah yang kita pikirkan, sebab seringkali ada perasaan perasaan yang janggal ataupun merasa tidak enakan, atau sungkan, atau malu, atau karena sebab lainnya. Yang intinya perasaan-perasaan yang muncul itu membuat kita enggan melakukan hal-hal baik yang sederhana itu, dan saya rasa itu adalah bentuk dari pikiran negatif kita yang t...