Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kreasi

Cerita Singkat Rasa

Reruntuhan kelap-kelip asa, menyala Mengalir, menyusuri ruang-ruang imaji Di antaranya itu Aku menemukan binar-binar rasa di sana Dan pertemuan angan pun saling bertaut Menunggu gilirannya merekah dan berpijar. Jambi, 20 Desember 2019 . Ps: Buku kecil ini saya bikin dari kertas sisa potongan di percetakan. Dan untuk sampulnya saya bikin dari bekas minuman kemasan tetra-pack, dengan tehnik jilid Jepang. Lalu untuk bagian dalam sampul depan dan belakang, saya bubuhkan kertas untuk saling menempel tumpang-tindih sebagai kolase.

Hidup Bahagia Dari Kesenian

Bila kreativitas punya cara kerjanya sendiri, lalu bagaimana dengan kesenian? Seperti yang kita tahu, bahwa kesenian pun sama menariknya dengan kreativitas. Sebab kreativitas yang berproses sudah menjadi salah satu hal yang memegang peranan penting di antara elemen-elemen lain yang membentuk wujud dari setiap kesenian, apapun bentuk, jenis dan alirannya. Sebab dari kesenian itu sendiri, kita tidak melulu membahas persoalan estetika dan tehnik saja. Selain dari estetika dan kreativitas, ada banyak sekali kemungkinan yang terkandung di dalamnya. Mungkin itu kebebasan berekspresi, perspektif, karakter, gairah, semangat belajar, inovasi, cerita, sejarah, nilai-nilai filosofis dan humanisme, pesan-pesan komunikasi, sampai pada manfaat, yang seringkali jadi rujukan orang-orang, ketika memilih ketertarikan pada sebuah bidang kesenian ataupun produk tertentu dari masing-masingnya. Maka dari itu, berkegiatan kesenian bukanlah perkara yang begitu remeh-temeh. Ada beragam unsur pembentuk yan...

Asal-muasal To Late To Regret

Entah apa sebab-musababnya saya selalu senang sekali membuat aneka macam sesuatu, baik prakarya macam kolase gunting tempel, kolase digital, desain tipografi, yang berangkat dari ide "to late to regret" sebuah frase dalam bahasa Inggris yang jika dialih-bahasakan ke bahasa Indonesia artinya "terlambat untuk menyesal" ya kira-kira seperti itu, mudah-mudahan apa yang saya pahami benar. Jika pun salah, ya dengan kerendahan hati saya mohon bimbingannya untuk dikoreksi. Saya merasa tertarik dengan frase ini karena terpikir bahwa apapun itu yang dibuat, dilakukan, dijalani, ketika hal tersebut sudah terjadi/berlalu maka tiada kata menyesal yang lalu terlantun jika terdapat kesalahan atau ketidak-sempurnaan di antaranya. Ya tiada penyesalan, karena jelas memang sudah terlambat ketika sesuatu telah dimulai. Dan dari situ, hal yang sebenarnya lebih baik dilakukan adalah mengambil hikmah pelajaran dari setiap kesalahan dan ketidak-sempurnaan karya yang ada. Karena insp...