Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kupu-kupu

Pledoi Seorang Mantan Mahasiswa Kupu-kupu

Beberapa​ waktu lalu saya sempat menuliskan sedikit pengalaman saya sebagai mahasiswa kupu-kupu, alias mahasiswa yang kuliah-pulang, kuliah-pulang . Itulah yang paling sering terjadi berulang-ulang ketika saya masih berstatus sebagai mahasiswa dulu. Lalu ada seorang perempuan yang bertanya di kolom komentar. Dia menanyakan bagaimana dengan saya yang dulunya melebeli diri sebagai mahasiswa kupu-kupu, apakah ketika mencari pekerjaan mengalami kesusahan atau tidak? Entah apa yang menggerakkannya untuk bertanya? Apakah karena penasaran dan ingin tahu bahwa mahasiswa kupu-kupu seperti saya bisa mendapatkan pekerjaan atau tidak? Atau karena hal ada lain? Entahlah, mudah-mudahan saja tidak ada niat untuk menculik saya. Nah saya sendiri sebenarnya sudah lulus kuliah sejak tahun 2013. Dalam tulisan saya itu saya lupa menjelaskan bagaimana saya berhasil menapaki jejak karir dalam hidup saya setelah kuliah. Jadi mengenai pekerjaan. Jujur bukannya bermaksud meremehkan, sombong, dan sebagai...

Kuliah Pulang, Kuliah Pulang

Dulu sewaktu kuliah, sepertinya saya masuk pada tipikal mahasiswa kupu-kupu. Ya itu, habis kuliah pulang, habis kuliah pulang. Kalaupun ikut nongkrong, ya paling hanya sebentar sekali, itupun kalau nongkrongnnya di kampus. Kalau nongkrongnya main ke mana-mana, apalagi ke tempat makan. Ya udah, saya sering tak ikut, bukan karena anti-sosial juga, tapi ya memang gak punya cukup duit untuk itu soalnya. Maklum, kuliah saya masih dibiayai orang tua. Sedang hampir seluruh teman-teman sekelas di kampus, mereka kuliah sambil bekerja. Jadi banyak di antara mereka yang statusnya lebih dari satu. Selain karyawan swasta, di antara mereka juga ada banyak teman-teman yang kuliah sambil bekerja sebagai pegawai honorer di kantor-kantor instansi pemerintahan. Tak sedikit juga di antara mereka yang berstatus sebagai orang tua, pegawai honorer, dan mahasiswa. Ya ketiganya sekaligus, ada banyak  malah yang melakoni hal itu. Kalau dipikir-pikir, hebat juga orang-orang seperti mereka yang begitu keras...