Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label getir

Kesepian Kita

Kepada benda mati yang menyala Aku menatapnya lama Menanti kabar Menunggu sadar Bahwa dunia Rupanya masih sedang berputar Maka, dalam hening diam aku percaya Kesendirian adalah teman setia Kesepian ada di antara kita Kesepian kita Jambi, 2 Mei 2018

Peristiwa Kenangan

Menemukanmu di antara pagi Kala resah dirundung keluh hati Buah dari gundahmu semalam Adalah tanda tanya besar di angan Rajukmu menyiratkan pesan Gelisah untuk pergiku yang akan jauh Kerelaan berat rasa dari pelukan Apalagi bila melepaskan genggaman Kau terpaut merenung sepanjang hari Enggan bicara pun walau sepatah kata Mungkin kau sengaja menyimpannya Agar diammu jadi alasan melempar sapa Di sela kemuramanmu kau titipkan rindu Surat-surat berisi riwayat lalu Kemelut jiwamu juga terasa hidup Berpacu seiring detik berkejaran Barangkali sejahteralah perasaan itu Sembari membingkai makna pertemuan Menyalakannya dari redup perpisahan Menceritakan ulang peristiwa kenangan . Jambi, 1 April 2018

Kekacauan Yang Menyentuh

Kita berkata hendak meruntuhkan sekat-batas yang ada. Namun nyatanya kita menciptakan lagi sekat-batas dalam bentuk yang baru. Kita terlupa sebab tipu daya dan bujuk rayu dunia. Yang mengalihkan mata, pikiran, serta seluruh jiwa raga pada hal-hal semu. Masing-masing kita saling bangga melempar amarah selalu. Kerap mencari siapa salah setiap waktu. Pongah menepuk dada ak an kebenaran semu. Abai dari kehadiran diri tanpa kesadaran penuh. Nyatanya kita lalai pada kehidupan diri sendiri yang sebenarnya juga tak pernah utuh. Namun tetap saja, keasikan mengurusi perkara orang lain seperti tiada kata jenuh. Sungguh ini adalah suatu kekacauan yang menyentuh. Jambi, 20 Maret 2018

Berhutang Menyembuhkanmu

Menurutku sama saja ceritanya Antara jatuh hatimu Juga ketika patah Bukankah sudah membekas Di tempat persis serupa Tandanya pun selaras merah Tak ada bedanya Namun lalu aku sadar dari lupa Kalau ada selisih di antaranya Jatuh hatimu merona Beraroma wewangian bunga Sedang patahmu kelam Berbau busuk suram Tapi kemudian saja Aku kembali menemukan ingatan Jatuh dan patahmu Semua oleh sebab karenaku Sepertinya aku berhutang menyembuhkanmu Jambi, 16 Maret 2018