Kurang dari seminggu lagi, "dia" seseorang yang penting atas perasaan dan bagian dari senyumku akan pergi dari tempat ini. Dia akan melankutkan untuk menuntut ilmu dikota. Tadi malam setelah sekian lama tak berbicara lewat telfon dengannya, sesaat aku sempat merasa senang dan bahagia bisa mendengar celotehan suaranya, senyum dan tawa, juga tiap candaanya lewat telfon dari nomer handphonye yang skarang amat jarang dia aktifkan untuk membatasi komunikasi diantara kami. Dia akan benar-benar jauh dari ku sekarang, setelah dia memutuskan untuk tidak mengaktifkan nomer handphonenya yang biasa aku hubungi, lalu mengganti nomer handphone utamanya yang lain, Dan berusaha untuk tidak memberitahu aku lagi. Saat sempat bicara lewat telfon dengannya selama satu jam lebih itu, ada banyak cerita yang kami bagi. Tapi ini sepertinya tak bertahan lama. Karna aku juga sebelumnya mengatakan permohonan untuk bisa bicara dengannya lewat telfon walau hanya yang terakhir, dan dia menerima p...