Langsung ke konten utama

Keramaian itu Dilematis

Entah kenapa, ketika mendengar, membaca, atau melihat secara langsung sebentuk "Keramaian". Dalam pikiranku, aku selalu merasa seperti sedang diberikan dua pertanyaannya sekaligus.

Satu, apakah aku menyukai keramaian?
Dua, apakah aku tidak menyukai keramaian?

Adapun jika aku dimintai penjelasan​ dari masing-masing jawabanku itu. Beginilah jadinya.

Satu, ya aku menyukai keramaian karena dengan keramaian, sejenak aku bisa melupakan kesepian dan sunyiku yang menggelayut. Setidaknya dengan keramaian yang berada di sekitarku, membuatku tidak dalam suasana sepi dan sendiri seperti keseharianku biasanya. Begitulah bagaimana aku menyukai keramaian.

Dua, ya aku tidak menyukai keramaian karena ketika dalam keramaian, aku merasa asing, merasa tidak biasa, merasa tidak siap dengan sekumpulan orang atau bahkan dikelilingi lautan orang. Seperti ketika menyaksikan pertunjukan konser musik, atau pertunjukan lainnya. Mungkin aku merasa asing karena tak ada orang yang aku kenal bersamaku. Mungkin karena aku salah memilih keramaian yang cocok untuk diriku. Atau mungkin karena aku memang tak menyukainya saja, tanpa alasan lain. Mungkin begitu.

Kesimpulannya, menyukai ataupun tidak menyukai keramaian bagiku itu adalah sama saja. Karena kadang, ada kalanya keramaian itu dibutuhkan. Dan kadang ada pula keramaian tak dibutuhkan. Masing-masing memang punya level kepentingan berbeda. Karena apa? Karena memang untuk sebagian orang keramain itu dilematis.

#septemberwrite #menulis30hari #30harimenulis #menulis #jambi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dengan Baik

Dari dulu tuh semenjak pertamakali saya belajar komputer dan mengenal internet waktu SMA sekitar tahun 2005. Saat itu saya suka sekali membaca blog, atau mungkin bisa disebut jatuh cinta. Dulu itu YouTube tidak seperti sekarang, belum banyak tutorial ini dan panduan itu, ada tapi belum beragam referensi. Kreator videonya juga kebanyakan dari luar negeri , jadi ya benar benar memang sedikit referensi. Jika pun saat itu ada kreator video dari Indonesia, kebanyakan dari kalangan penulis, seniman, dan jurnalis,, namun dengan internet yang semakin berkembang, penulis blog juga mulai bermunculan dari waktu ke waktu, semakin banyak. Apalagi sejak era Raditya Dika berhasil membukukan blognya, ada banyak juga orang yang ingin mengikuti jalannya, ya siapa yang tak ingin ceritanya yang ramai dibaca di blog bisa dibukukan juga saat itu. Kalau kata orang orang sih, hidup dari passion, berdaya dan menghasilkan dari hal-hal yang gemar dilakukan. Bahkan saking terinspirasinya saya pun ingin seperti...

Menjadi Baik

Alangkah indahnya dunia ini kalau semua orang jadi keranjingan berbuat baik.  Ya siapa juga sih yang tak merasakan betapa senang dan bahagianya bila mendapatkan perlakuan baik? Jika ingin berbuat baik sebenarnya simple saja, tidak perlu yang muluk-muluk, repot, dan menyusahkan diri. Kebaikan kan ada banyak macamnya, dan tak sedikit juga yang bentuknya nampak sederhana untuk bisa dilakukan, tapi bisa berdampak besar untuk orang lain misalnya menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, misalnya lagi juga meski hanya sekadar menyapa pun memberikan senyuman kepada siapapun yang kita temui.  Namun memang berbuat baik meski hanya sederhana tidak semudah yang kita pikirkan, sebab seringkali ada perasaan perasaan yang janggal ataupun merasa tidak enakan, atau sungkan, atau malu, atau karena sebab lainnya. Yang intinya perasaan-perasaan yang muncul itu membuat kita enggan melakukan hal-hal baik yang sederhana itu, dan saya rasa itu adalah bentuk dari pikiran negatif kita yang t...

Lakukan Segera

Tanpa bermaksud menyinggung orang lain, entah kenapa menjadi malas itu rasanya begitu menggoda dan menghanyutkan. Sekali dua kali melakukannya, maka bersiaplah untuk kehilangan banyak hal. Tidak melulu soal uang namun berupa waktu dan kesempatan berharga yang kelak akan susah dilakukan jika memang tidak diprioritaskan. Tapi ya memang jalan kehidupan masing-masing manusia berbeda-beda. Dan ritmenya dalam mengerjakan sesuatu pun juga tidak tentu sama antara satu orang dengan yang lainnya. Malas boleh malas tapi malas yang beralasan pasti, capek, jenuh, mencari pengalaman baru, ataupun memikirkan sesuatu yang tidak biasa. Ya banyak caranya, dan mungkin banyak juga alasannya. Kalau malas yang menghanyutkan dan tidak berguna sama sekali mungkin diri kita sendiri yang tau bagaimana hal itu sebenarnya. Pertanyaan-pertanyaanya. Apakah malah itu berdosa? Kenapa saya malas? Apakah kita tidak boleh malas? Apa yang bisa diperoleh dari malas?Bagaimana rasa malas bekerja? Kalau digali lebih jauh, pe...