Sebenarnya aku ingin berkisah mengenai sendalku yang baru satu atau dua hari lalu menyatakan undur diri dari tugasnya menyertai perjalananku. Sendalku itu mungkin sudah merasakan kelelahan yang amat penat dan akhirnya tak mampu lagi bertahan. Mungkin memang sudah takdirnya sampai di sini. Mudah-mudahan aku kuat menerima kenyataan yang sedang terjadi. Keluh-kesah ini bukannya muncul tanpa alasan kuat. Seperti halnya air mendidih yang bergejolak, itu karena reaksi wajar dari perubahan suhu yang dihantarkan oleh panas dari api, hingga membuat suhu air mengalami peningkatan lalu mencapai titik didihnya. Baiklah, mungkin analogi itu tak memberikan gambaran yang jelas. Begini saja, seperti kata sebuah pepatah lama "Tak mungkin ada asap jikalau tak ada api" Yang arti sederhanya, segala sesuatu itu pasti ada penyebabnya. Kembali lagi pada topik sandalku yang malang. Jelas aku mengalami kehilangan berat karenanya. Bagaimana tidak, sendalku itu sudah seperti sahabat sejati yang tak...