Postingan

Tuhan Lebih Tahu Sedang Kamu Tidak

Gambar
Katanya tahun ini dan tahun depan itu tahun politik. Memang sudah mulai tampak sih. Ini kayaknya beberapa teman di facebook sudah mulai bangkit bergerilya membagikan informasi ini dan itu dari dunia pemerintahan dan politik. Cuma sepertinya banyak juga yang udah tiap hari main internet tapi masih susah bedain hoax dan fakta. Ada yang membagikan link portal berita abal-abal, ada yang membagikan screenshot editan, banyak lagi sih, silakan cari sendiri. Ada yang tak tahu apa-apa tapi secara naluriah merasa terpanggil hatinya berbagi informasi tanpa cari tahu keabsahan informasinya. Ada yang memang sengaja membuat dan membagikan berita palsu. Ada pula yang ngotot kebebenaran adalah miliknya, padahal sebenarnya dia sudah tahu pasti bahwa sejatinya kebenaran itu milik Tuhan. Dan jikapun ada di antara kita ingin berbuat baik, ya lakukanlah yang terbaik dengan baik tanpa harus menjatuhkan orang lain yang berseberangan. Kalau ada yang merasa dirinya paling benar, wah siapa dia? Tuhan? Jika beg…

Sirna Dalam Kenangan

Gambar
Menuliskan namamu dalam puisi Kuharap akan jadi peneduh
Yang berhasil melupakan betapa terik siang hari menyengat kulit. Suasana redup bawah pohon rindang
Berlindung menghindari bias cahaya
Jangankan manusia, katamu
Bayangan saja enggan berpanasan berlama-lama. Bukan oleh sebab takut pada matahari
Melainkan karena ia rindu ingin memudar
Hendak beralih kebentuk rupa lain
Yang lebih elok dipandang mata
Untuk kemudian segera menghilang
Dihapus takdir zaman bernama waktu. Janji semanis madu
Kau kembali mengulangnya lagi
Harapan di tangan menguap ke udara
Bergandengan pada ingatan
Sirna dalam kenangan.

Kenapa?

Gambar
Hal yang sepertinya seringkali terlupa olehku, olehmu, oleh mereka, dan oleh kita semua adalah bahwa untuk berada pada posisi teratas atau pada keadaan terbaik yang diharap-harapkan, harus mulai dipersiapkan sedini mungkin, sejak niat itu muncul dalam hati. Tapi mungkin saja pendapat itu tidak berlaku untuk semua orang, apalagi cara dan kondisi setiap orang berbeda-beda ketika hendak memulai sesuatu kan? Di mana, ada sebagian yang memulai jalannya dengan kemauan sendiri, ada yang dengan terpaksa, dan mungkin ada alasan lain lagi, untuk yang terakhir silakan pikirkan sendiri. Yang pasti jika memungkinkan untuk mempersiapkan apa-apa saja yang ingin kita capai secepatnya sejak awal, ya kenapa tidak? Kenapa harus menunggu besok? Kenapa harus nanti-nanti? Kenapa tidak dari sekarang? Kenapa coba? Kenapa?

Mungkin Nanti

Gambar
Dalam benakku, aku masih sangat memimpikan waktu di mana aku bisa pergi merantau lebih jauh lagi dari yang belum ada apa-apanya ini. Aku mendambakan berjuang menghidupi segala cita-cita dan impianku yang sudah aku rajut sejak lama dari masa ke masa.
Namun sama seperti orang lain yang selalu saja memiliki masalah ketika ingin melangkah lebih jauh. Masalah itu adalah keresahanku yang muncul jika aku menciptakan jarak. Jarak itulah yang perlahan menggerogoti diriku dan berubah menjadi rasa takut. Dan lalu, hal yang paling aku takutkan ketika pergi jauh, tak lain adalah jika aku jatuh sakit. Aku akan sangat merindukan ibuku. Pasalnya, dulu aku sering sekali sakit, dan ketika seperti itu, sosok orang yang paling aku butuhkan mengurusi aku yang sedang terbaring sakit adalah ibuku. Selain itu juga sebaliknya, aku takut jika aku pergi jauh, aku akan rindu sekali padanya, terlebih lagi jika dia yang jatuh sakit. Seribukali memikirkan ini semua, seribukali juga keresahan serta ketakutan itu, tak …

Hujjah Bahagia

Gambar
Semua tahu
Dunia ini berubah
Sejak sedia dulu kala
Segalanya tak lagi sama
Roda nasib pecah berhamburan Cerita pun sama berganti
Manusia hidup lalu mati
Hitam ingin menjadi putih
Putih mengharap serupa
Sudah tak ada lagi beda Elegi dikumandangkan
Persis gemuruh suara perasaan
Berseteru mengumpat ingin kemulian
Yang gagal diraih sebagai pijakan
Bimbang langkah dalam pikiran Apalagi keluhan lainnya
Pahala tak berdaya diperoleh
Hanya mencicil dosa nyatanya
Apapun tiada berguna akhirnya
Suci dan hina sama menyebalkannya Sudahi saja riwayat luka
Dengan do'a pemurni jiwa
Agar hilang benci di dada
Biar tumbuh cinta kasihnya
Adalah hujjah berbahagia

Siasat Merekayasa Perasaan"

Gambar
Yang selalu kau kejar bersakit-sakitan
Sampai merah berdarah itu adalah luka
Dan aku sudah khatam sekali caramu
Kau pasti sengaja memperdaya kesadaranmu sendiri
Nampak kentara sekali di matamu
Pilunya kau nikmati hebat Serasa kau menyambung ingatan
Melipat jarak antara waktu kepada rindu
Kau menjalin kembali kenangan itu
Kepingan masa lalumu
Membongkar kumpulan rahasia lama tak terperi
Berusaha menemukan celah untuk kau singgahi
Barangkali menempatinya sekali lagi Seolah pikiranmu berkuasa
Menentukan jalan cerita
Yang sebenarnya terjadi adalah
Kau membenarkan titik-titik prasangka
Nuranimu terganggu bergejolak
Kau melemparkan seringai itu
Tersenyum bangga di wajahmu Dalam diam kau berkelakar
Sungguh ini kesempatan berharga
Untuk bertolak pada jejakmu dulu
Lalu bunga di taman hatimu bermekaran
Akhir kisah, siasatmu merekayasa kenyataan perasaan

Tak Ada Pantai Hari Ini

Gambar
Aku membayangkan diri, sedang berdiri dalam larut lamunan di tepian laut. Bukan di atas bebatuan karang menjulang ke permurkaan. Bukan pula di pinggiran bibir pantai berpasir putih. Karena setahuku aku belum pernah sama sekali menginjakkan kakiku di pantai. Atau mungkin pernah saat kecil dulu. Aku juga tak ingin bertanya pada bapak-mamakku di rumah. Menanyakan "Apakah aku pernah pergi ke pantai? Dulu, saat kecil?" Aku rasa pertanyaan itu tidak ada pentingnya sama sekali dipertanyakan. Tidak berguna dan tentu cukup memalukan juga kedengarannya. Sepertinya aku memang tak bisa mengingat segala sesuatu dengan baik. Aku sadar, bahwa aku memang sudah terlalu banyak melupakan kisah hidup dari waktu terdahulu. Jangankan ingatan tentang pergi ke pantai. Rasanya, untuk sekadar berenang pun aku tak tahu lagi caranya. Aku sudah benar-benar sudah terlupa hampir dari segalanya. Bukan hanya lupa, nampaknya aku juga mulai dilupakan oleh dunia ini, dan oleh orang-orang di mana pun mereka ber…